Batanghari Resmi Meniadakan Pasar Bedug, Pedagang Boleh Jualan di Rumah.

Ilustrasi pasar beduk. Tribun Jambi/Rohmayana
Ruangberita7.com BATANGHARI - Sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Bumi Serentak Bak Regam, Pemerintah Kabupaten Batanghari melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperibdag). Telah menegaskan bahwa pelaksanaan pasar bedug pada Ramadhan 1441 Hijriah ditiadakan.

Hal ini pun sejalan dengan penyampaian oleh Kepala Bidang Perdagangan, Disperindag Batanghari, Feri dikonfirmasi. "Pada Ramadhan tahun ini pasar beduk ditiadakan," ujarnya. Senin (27/4/2020).

Ditegaskan Feri, bahwa ditiadakannya pasar beduk tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 510/ 650/ Diskoperindag. Yang mana SE tersebut berisikan tentang pelaksanaan pasar beduk ditiadakan. "Menindak lanjuti surat dari Bupati Batanghari Nomor 410/ 2339/ B/ Perek tanggal 21 April 2020 perihal tentang edaran pelaksanaan pasar beduk," jelasnya.

Kata Feri, ini dilakukan karena mematuhi maklumat Kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Covid-19 tentang kegiatan yang menjadikan berkumpulnya massa. "Berkumpulnya massa itu dilarang, sesuai dengan maklumat Kapolri," beber Feri.

Disinggung mengenai solusi yang akan diberikan pemerintah terhadap tiadanya pasar beduk  bagi penjual panganan berbuka puasa. Feri menjelaskan tetap boleh berjualan akan tetapi pelaksanaan di rumah masing-masing."Zaman sudah canggih. Bisa jual secara online," tegasnya. Jambi.tribunnews.com

Posting Komentar untuk "Batanghari Resmi Meniadakan Pasar Bedug, Pedagang Boleh Jualan di Rumah."

Berlangganan via Email