Pemerintah Minta Masyarakat untuk Disiplin


(PSBB telah dilakukan di lima wilayah yaitu Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kabupaten dan Kota Bekasi. Foto: Pexels.com)
Ruangberita.com - PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar telah ditetapkan pada lima daerah. Lima wilayah tersebut antara lain Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Depok, serta Kabupaten dan Kota Bekasi.

Keputusan tersebut telah ditetapkan tanggal 11 April 2020 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/248/2020. Dalam Pasal 1 Permenkes No 9 Tahun 2020 yang berbunyi, “Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (covid-19) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (covid-19).”

“Saya perlu menetapkan PSBB untuk Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi dalam rangka percepatan penanganan Covid-19,” ucap dr. Terawan di Gedung Kemenkes, Jakarta, Sabtu, 11 April 2020 lalu.

Semua masyarakat diimbau disiplin dalam menjaga jarak dan melaksanakan aturan pemerintah sesuai dengan PSBB.

PSBB di DKI telah diberlakukan sejak 10 April. Jubir Pemerintah untuk covid-19 dr. Achmad Yurianto mengimbau masyarakat di DKI agar terus disiplin mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan oleh Gubernur DKI.

Kemenkes juga sudah menyetujui permintaan Gubernur Jawa Barat untuk ditetapkan PSBB di Kota Depok, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kabupaten dan Kota Bekasi.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah menyampaikan pedoman yang harus dipatuhi supaya penanggulangan covid-19 lebih terintegrasi secara keseluruhan.

“Kemudian hari ini kami memproses pengajuan PSBB untuk Banten, baik di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, maupun Kota Tangerang Selatan. Kami berharap hari ini sudah bisa ditentukan sehingga cluster Jabodetabek lebih bisa memudahkan dalam pengendalian aspek epidemiologi,” kata Yuri pada Konferensi Pers di gedung BNPB, Jakarta, Minggu 12 April 2020.

Covid-19 faktor pembawanya adalah manusia, oleh karena itu aktivitas manusia harus kita kendalikan, pembatasan-pembatasan yang dilakukan ditujukan dalam rangka melakukan memutus rantai penularan. “Ini bisa kita selesaikan bersama-sama,” tegas Yuri.

Beberapa kebijakan telah dilakukan, sampai hari ini sudah lebih dari 27 ribu orang yang dilakukan pemeriksaan PCR. Pemerintah secara serius mencari kasus positif di masyarakat.

Lebih dari 60 lab telah diaktifkan dengan kapasitas yang semakin ditingkatkan untuk memeriksa specimen yang diambil dari RS di seluruh Indonesia. Kemudian sebanyak 790 ribu alat pelindung diri (APD) dengan kualitas terbaik sudah didistribusikan kepada seluruh tenaga medis.

Terkait update covid-19 hari ini telah terjadi penambahan pasien sembuh, pasien positif, maupun pasien meninggal.

“Bersyukur sampai saat ini ada lebih dari 359 orang sembuh,” papar Yuri. Ia merinci 359 pasien sembuh itu tersebar di DKI Jakarta, Jatim, Sulawesi Selatan, Jabar, Jateng, dan Bali.

Sementara untuk kasus positif bertambah 399 total menjadi 4.241, pasien meninggal bertambah 46 jadi 373.

“Mari kita yakini bahwa penyebaran masih terjadi, ancaman kesehatan lain juga masih ada. Pastikan jaga kesehatan,” tambahnya lagi.

Ia menekankan kepada masyarakat untuk patuh dan disiplin mencuci tangan, memakai masker terutama jika harus ke luar rumah, dan menjaga jarak dengan orang lain.  Medcom.id

Posting Komentar untuk "Pemerintah Minta Masyarakat untuk Disiplin"

Berlangganan via Email