Tengah Pandemi Corona, Beginilah Kisah Hidup Orang-orang dengan Fobia Kuman

Ruangberita7.com - Efek pandemi virus corona, tak sedikit dari kita yang akhirnya rajin membersihkan badan, khususnya tangan. Kemana-mana membawa tisu basah atau hand sanitizer agar tak terkena virus.
Pandemi corona (Foto: The Scientist)

Namun, kebiasaan semacam itu bukan hal baru bagi Akanksha Singh. Perempuan satu ini menderita fobia yang dinamakan germaphobia atau ketakutan berlebih pada kuman. Jadi, datangnya pandemi virus corona membuat dirinya berpikir, "Selamat datang di duniaku."

Lalu, seperti apa pengalaman Akanksha menjalani hari-hari di saat pandemi virus corona? Apakah ketakutan itu semakin meningkat atau semua terasa biasa saja? Dikutip dari Glamour, berikut kisahnya.

"Saya hidup dengan sesuatu yang disebut germaphobia atau ketakutan berlebih pada kuman. Saya bisa melihat kuman ada dimana-mana."

Misalnya saja saat naik bus. "Saya sadar betul kalau celana yang saja gunakan membawa kuman yang ada di jok bus tersebut dan itu kenapa saya tak akan pernah mau tidur menggunakan pakaian yang saya gunakan saat beraktivitas di luar rumah, sebab penuh kuman," kata Akanksha.

Bahkan, Akanksha mengaku bisa melihat banyak kuman saat teman-temannya makan malam di tempat tinggalnya. "Jadi, setelah mereka selesai menyantap makanan dan pulang, saya akan membersihkan meja makan, perabotan makan, hingga area yang ditempati teman-teman dengan disinfektan. Ini hal wajib yang pasti akan saya lakukan."

Tidak hanya itu, ia tak bisa tidur kalau tidak mandi sebelumnya. Ia sadar sebab seharian di luar membuatnya terkontaminasi banyak kuman. "Saya benar-benar tidak ingin terlelap dengan membawa kuman dalam mimpi saya."

Ia memahami apa yang dilakukannya tersebut dipandang aneh oleh banyak orang. Oleh karena itu, ia kadang berpura-pura bahwa kondisi fobianya tak seekstrem itu.

Namun tiga orang sahabatnya tahu betul betapa ia takut jadi kotor, walau dengan kuman yang tak terlihat.

Namun Akanksha sadar hal itu hanya sebatas kecemasan. Rasa cemas itu muncul dari trauma masa kecil yang belum terselesaikan hingga ia dewasa.

"Karena saya sadar sumber masalahnya, akhirnya saya dibantu terapis coba mencari jalan keluar. Alhasil, saya coba mengadopsi kucing gemas bernama Holly. Entah kenapa saya memilih solusi untuk mengurus seekor kucing, yang jelas saya sadar dengan adanya Holly kecemasan saya mulai terobati."

Meski, ketika ia memergoki Holly baru saja keluar rumah, ia sesegera mungkin membersihkan cakar dan bulu-bulu lebatnya. Ia tidak mau Holly membawa kuman dari luar ke dalam rumah. Namun hadirnya Holly setidaknya menenangkan dirinya. Meski tak menyembuhkan ketakutannya pada kuman.

Ketakutan Akanksha meningkat di tengah pandemi virus corona

Namun, seketika pandemi virus corona datang. Itu seperti bencana baginya. "Ketakutan saya mungkin bisa dikatakan naik drastis. Saya seperti bisa melihat virus corona COVID-19 terbang di mana-mana."

Ia pertama kali mendengar pandemi ini akhir Desember. Saat itu ia juga mendengar kalau Singapura terinfeksi wabah ini dan seketika ia teringat hadiah dari adik perempuannya yang tinggal di Singapura.

"Saya langsung membersihkan kado tersebut dengan disinfektan. Setelah itu, kado tersebut saya 'karantina' di dalam lemari selama beberapa hari. Apa yang saya perbuat langsung menyadarkan saya, oke kecemasan ini muncul lagi. 'Penyakit' saya kambuh."

Ketakutan itu menjadi-jadi setelah angka infeksi terus bertambah dan area terinfeksi semakin meluas. Barang apapun yang dibawa ke rumah atau paket yang dikirimkan ke rumah, akan ia bersihkan dengan sangat bersih.

Tidak hanya itu, perilaku yang dianjurkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun ia jalankan dengan sangat baik, seperti batuk di siku tangan, rutin membersihkan tangan, jaga jarak aman, dan tak menyentuh gagang pintu atau tombol lampu rumah.

Lebih parahnya lagi, ia bahkan memasukan spons cuci piring saya ke dalam microwave sebelum dan sesudah digunakan. Ini semua karena ketakutan yang sangat nyata di mata dan pikirannya.

Efek pandemi virus corona, Akanksha merasa seperti orang normal sekarang

Pandemi virus corona terus menyebar. Ia merasa semua orang seperti dirinya sekarang. "Saya berpikiran kalau semua orang sekarang dapat melihat kuman ada di mana-mana seperti apa yang saya lihat setiap harinya. Saya tak merasa sendiri sekarang."

"Jika sekarang ini Anda tidur dengan botol hand sanitizer di samping tempat tidur, maka Anda teman saya. Ya, saya melakukan itu sudah jauh sebelum pandemi ini datang. Begitu juga segera mandi dan mengganti pakaian setelah Anda bepergian dari luar rumah. Itu hal biasa buat saya."

Meskipun pandemi ini membuatnya panik di awal-awal kedatangannya, kini ia merasa lebih baik. Pandemi COVID-19 ini malah membantu meringankan fobianya.

Untuk pertama kalinya ia merasakan kenyamanan dalam melakukan hal yang dulu mungkin dilihat orang terlalu berlebihan. Tidak hanya itu, ia pun sedikit bersahabat dengan kondisi sekarang, misalnya ia tahu bahwa tidak bisa mengendalikan kebersihan di mana-mana, tapi setidaknya sekarang banyak orang menjaga kebersihan mereka.

Banyak orang juga sekarang menggunakan masker dan sarung tangan. Fakta ini pun melegakannya, setidaknya mereka tidak sembarangan bersin atau batuk dan tidak memegang hal-hal kotor dan menyebarkannya ke area lain.

"Apa yang dilakukan orang-orang sekarang kadang saya jadikan hiburan. Saya berkaca pada diri saya sendiri jauh sebelum pandemi ini muncul. Saya melakukan apa yang sekarang banyak orang lakukan dan saya tertawa melihat itu," terang Akanksha

Akanksha sekarang merasa, keistimewaan yang dimilikinya, fobia terhadap kuman, memberinya kenyamanan secara mental sekarang. "Mungkin terlalu dini untuk mengatakan, sepertinya saya akan terbebas dari fobia ekstrem ini, sejalan upaya penghentian pandemi."

Namun, ia tak tahu apakah akan benar-benar sembuh atau bisa saja muncul kembali di kemudian hari. Tetapi, untuk sekarang ia senang mengetahui bahwa pikirannya kini tenang. "Saya tak merasa malu dengan kebiasaan bersih saya yang sangat ekstrem." (oke)

Posting Komentar untuk "Tengah Pandemi Corona, Beginilah Kisah Hidup Orang-orang dengan Fobia Kuman"

Berlangganan via Email