Berwisata Ke Kerinci, Inilah 6 Hal Menarik yang Bisa Kamu Lakukan

Wisata Kerinci - Liburan akhir tahun ini Bang Mamad mempunyai pengalaman wisata menarik ke Kerinci. Perjalanan wisata kali ini bersama para bikers Sholeh yang membuat perjalanan amat berkesan.

Berangkat dari Jambi pukul 07.00, perjalanan amat panjang harus kami lalui untuk sampai ke tujuan yaitu Kabupaten Kerinci yang berjarak 422 kilometer dari Kota Jambi. Dengan waktu tempuh kurang lebih 9 jam jika berjalan normal tanpa berhenti.

Ini bukan kali pertama Bang Mamad berwisata ke Kerinci. Sudah yang kelima kalinya. Namun, keindahan alam Kerinci tidak akan pernah membuat siapapun bosan dengan pesonanya.

Berangkat dari Jambi, Bang Mamad ditemani oleh Alvin, Rizki dan Mualim. Sedangkan yang lainnya Aldi, Hafidz, Maliki, Reza dan Shodiqin telah menunggu di Kabupaten Sarolangun yang biasanya menjadi persinggahan jika ingin ke Kerinci.

Jalanan lurus dan sepi kami lalui menuju persinggahan di Sarolangun. Cuaca mendung sangat mendukung perjalanan kami menuju Sarolangun. Sekitar jam 11.00 wib kami tiba di Sarolangun kemudian melanjutkan perjalanan.

Setelah pasukan lengkap, kami memacu kendaraan dengan santai menuju kota Sungai Penuh. Jalanan yang berliku-liku membuat kami ekstra hati-hati. Pemandangan selama perjalanan begitu luar biasa.


Cara terbaik mengukur sebuah perjalanan adalah teman, bukan jarak. Mungkin, kata tersebut menggambarkan perjalanan Bang Mamad kali ini. Jalanan yang begitu jauh tidak terasa karena kebersamaan yang ada.

Sekitar pukul 17.00 wib, kami tiba di Kota Sungai Penuh tempat kami menginap. Kebetulan kami diberikan tumpangan oleh salah satu kenalan di Sungai Penuh.

Sebenarnya banyak sekali hotel dan penginapan yang bisa menjadi pilihan bagi pembaca. Direkomendasikan untuk menginap di Kecamatan Kayu Aro karena keindahan alamnya begitu menakjubkan.

Lelah selama perjalan begitu kami rasakan, untungnya sambutan hangat tuan rumah dan waktu istirahat yang cukup membuat badan kembali bugar keesokan harinya.

Perjalanan  selama dua hari merupakan salah satu perjalanan yang paling berkesan bagi bang Mamad. Karena perjalanan kali ini begitu terasa sekali nilai kebersamaannya.


Semoga catatan perjalanan kali ini dapat menjadi referensi bagi sahabat yang ingin berwisata.

Berikut tempat wisata rekomendasi di Kerinci yang Bang Mamad kunjungi selama dua hari di Kerinci.

1. Pesona Keindahan Bukit Khayangan


Bukit Khayangan merupakan salah satu tempat yang wajib untuk dikunjungi. Di pagi itu, kami berniat melihat indahnya matahari terbit dari Bukit ini.

Jika cuaca cerah, kita akan melihat perpaduan indah Danau Kerinci, Gunung Kerinci, Desa-Desa dan Bukit-Bukit dari salah satu Dataran Tinggi terindah di Indonesia ini.

Sayangnya perjalanan berliku yang kami lewati berbuah pemandangan yang kurang indah karena pagi itu kabut sangat tebal. Mungkin efek gerhana matahari pada hari itu.

Pengalaman berharga yang didapat di tempat ini adalah kita bisa berekspektasi namun kita tidak dapat menentukan.

Jalanan turun sedikit lebih ekstrim karena melewati jalur lama yang lebih curam dan jalannya sedikit rusak.

2. Perkebunan Teh Kayu Aro


Kecewa di Bukit Khayangan, kami melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Kayu Aro dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari Kota Sungai Penuh.

Perkebunan Teh Kayu Aro merupakan salah satu wisata paling indah di Kerinci. Merupakan ikon wisata yang sayangnya saat ini banyak lahannya yang sudah ditanami kopi.

Ketika sampai di Kayu Aro jelas sekali bahwa kawan-kawan begitu terpesona akan keindahannya. Nah di sini kami berhenti untuk berfoto di tengah-tengah kebun teh yang terhampar begitu luas.

Setelah puas berfoto, kami melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata selanjutnya.

3. Swarga Lodge and Homestay


Salah satu tempat wisata paling Hits adalah Swarga Lodge and Homestay. Oleh karena itu, Bang Mamad ajak teman-teman ke tempat ini.

Dari tempat ini tersaji indah pemandangan alam kebun teh dari ketinggian. Di sini kami tidak menginap ya, hanya numpang foto dengan biaya masuk Rp5.000,- perorang dan parkir Rp5.000,-.



Jika Anda menginap, Anda harus siapkan uang sekitar 2 juta rupiah permalam. Jika ingin makan, di tempat ini juga ada cafe yang sangat asyik untuk bersantai sembari menikmati pemandangan indah.

4. Kebun Strawberry Bukit Cinta
Masih di Desa Lindung Jaya, ada satu lagi wisata Hits selain Swarga Lodge and Homestay yaitu Kebun Strawberry yang ada di Bukit Cinta.

Jaraknya hanya sekitar 1 kilometer dari Swarga. Pemandangan di Bukit ini begitu luar biasa. Untuk masuk ke kebun Strawberry anda akan dikenakan biaya masuk Rp5.000,- dan jika ingin memanen strawberry yang manis Anda dapat membelinya dengan harga Rp10.000 per ons.

Sayang, ketika kami berada di sini buah strawberry sudah habis dipanen karena adanya kunjungan edukasi siswa sehari sebelumnya. Jadi kami langsung turun dan menuju destinasi wisata Hits selanjutnya.

5. Danau Gunung Tujuh


Di bawah hujan rintik beserta tetesan kenangan kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Tujuh. Puitis sedikit tidak apa-apa ya.

Sebenarnya sudah terlalu siang kami sampai di pintu gerbang pendakian Gunung Tujuh. Apalagi bagi yang tidak ingin menginap seperti kami.

Sekitar pukul 12.00 kami sampai dan menyiapkan diri untuk melangkahkan kaki mendaki gunung Tujuh.


Untuk masuk ke Gunung Tujuh kami harus mendaftarkan diri dan membayar tiket masuk Rp10.000 perorang. Selanjutnya kami harus membayar biaya parkir Rp10.000 juga, itu bagi yang tidak menginap. Jika menginap beda lagi.

Karena jauhnya perjalanan menuju gerbang rimba masuk ke gunung Tujuh. Bang Mamad putuskan untuk menyewa mobil pick up untuk mengantar kami. Biayanya hanya 5 ribu rupiah perorang.


Bisa juga dengan ojek yang biayanya lebih mahal yaitu Rp10.000 karena jangkauan nya lebih jauh.

Tak sampai benar-benar ke Pintu rimba kami harus berjalan selama 10 menit untuk sampai ke hutan dan memulai pendakian.

Baru saja sampai di jalur setapak yang relatif mudah, sudah nampak sekali wajah kelelahan beberapa orang di antara kami.


Baru masuk hutan dan jalur pendakian, suasana riang berganti menjadi serius. Beberapa ada yang tertinggal dan menyuruh kami duluan.

Kami putuskan untuk naik duluan dan meninggalkan beberapa teman di belakang. Sebenarnya berat hati meninggalkan mereka waktu itu.

Perjalanan naik gunung adalah perjalanan penuh dengan pelajaran. Mendaki gunung mengajarkan banyak hal tentang sikap, ego, kebersamaan, kelemahan kita, semangat, keyakinan dan banyak hal lainnya.


Tapi karena waktu dan tekad yang kuat sampai atas, terpaksa mereka kami tinggalkan. Bersama Aldi, Maliki dan Alvin tiang demi tiang bertuliskan angka kami lewati hingga mencapai pos teratas yang bertuliskan angka 38.

Betapa leganya kami ketika sampai di atas walau akan ada turunan yang kami lewati hingga mencapai angka 42.


Sampai di Danau terlihat sekali keindahan alam milik Tuhan yang begitu mempesona. Semua milik Tuhan bukan milik kami. Itu harus kita cintai, kita rawat dan kita jaga.

Mungkin inilah alasan kenapa kebanyakan pegiat alam susah dapat jodoh? Karena, di gunung, kami banyak belajar tentang cara berbagi, cara mendengarkan, cara merawat, juga cara mencintai. Tapi, kami tidak pernah belajar tentang cara memiliki.

Kami sampai sekitar pukul 15.00 wib, perjalanan sekitar 3 jam dan teman-teman yang lain belum juga sampai. Itu sedikit membuat kami khawatir.


Sekitar pukul 16.00 barulah Mualim, Riski dan Reza sampai. Kami masih harus menunggu Hafidz dan Shodiqin yang katanya kakinya kram.

Sekitar pukul 16.30 barulah mereka berdua sampai. Senang sekali rasanya ketika semua sampai di Danau Gunung Tujuh. Kaldera tertinggi di Asia Tenggara.


Walau pemandangan kurang indah karena hujan dan tertutup kabut. Berenang dan berfoto bersama menjadi pengalaman tak terlupakan.

Perjuangan untuk turun sungguh lebih berkesan. Karena sekitar pukul 18.00 kami baru akan turun dari Gunung Tujuh.

Karena malam kami tidak berpisah seperti naik tadi. Perjalanan turun ini sangat berkesan. Kebersamaan begitu terasa. Apalagi kondisi kaki hafidz yang masih keram membuat kami harus bergantian mendukung dan menggandeng hingga turun.

Tak ada balapan saat turun, entah karena takut gelap atau entah karena kebersamaan. Yang jelas ketika turun gak ada yang mau di belakang. Terlihat sekali kebaikan hati teman-teman yang bergantian menggendong hafidz untuk turun.

Baru kali ini Bang Mamad mendaki gak balapan turunnya. Biasanya kalau turun Bang Mamad balapan lari dengan teman-teman.

Kali ini memang luar biasa. Takut dan haru sebenarnya melihat Maliki, Shodiq dan Aldi bergantian untuk membantu Hafidz turun.

Akhirnya di tengah hujan, kami tiba di bawah sekitar pukul 20.30 wib. Tapi karena sudah malam dan beberapa sangat kelelahan. Beberapa dari kami saja yang ke gerbang untuk mengambil motor dan menjemput mereka kembali.

Di tengah hujan kami pun kembali ke penginapan. Perjalanan yang berharga dan tak terlupakan. Dan kamipun beristirahat untuk menyiapkan energi untuk perjalanan selanjutnya.

6. Berpetualang Ke Danau Kaco


Ini adalah destinasi terakhir yang kami kunjungi. Sayangnya Alvin dan Riski harus pulang karena ada kegiatan di Jambi.

Karena antri mandi, kami kesiangan berangkat menuju lokasi danau kaco yang jaraknya cukup jauh dari penginapan kami.

Sekitar 2 jam perjalanan kamipun sampai di lempur. Jalanan relatif bagus, hanya saja jalanan menuju gerbang Danau Kaco bisa dibilang sangat ekstrim.

Motor kami pun kesusahan untuk mendaki jalan dengan batu-batu besar ini. Bau ban begitu tercium setelah melewati jalanan ini.


Nampak wajah teman-teman agak kaget melihat jalanan yang agak menantang ini. Apalagi yang motornya baru dibeli, pasti sangat sayang melewati jalanan seperti ini.

Untuk masuk ke Danau Kaco kami dikenakan biaya masuk Rp5.000 perorangan. Dan untuk parkir kami dikenakan biaya Rp 10.000.


Perjalanan menuju Danau Kaco sepertinya kami mulai memahami arti kebersamaan. Tak ada saling tinggal.

Di tengah tetesan hujan kami berjalan sekitar 3 jam. Untuk aku yang pernah ke sini sebenarnya sudah biasa.



Tapi diwajah kawan-kawan yang tak pernah kesini mereka merasa tak kunjung sampai.

Akhirnya setelah puas berjalan kamipun tiba. Hujan yang begitu deras membuat badan terasa amat dingin.

Kamipun makan di tengah hujan deras. Nampak sekali beberapa sudah menggigil dan tak mau berenang.

Di atas kami bertemu dua rombongan. Satu rombongan hanya numpang foto dan satunya lagi bergabung bersama kami.

Di sini warna danau kaco tak sebiru biasanya. Mungkin efek hujan yang begitu deras.


Kamipun memutuskan berenang di danau walau badan sangat kedinginan. Setelah puas berenang dan berfoto kami putuskan pulang karena takut kemalaman.

Di tengah hujan kaki Hafidz kembali keram. Alhamdulillah karena tolong menolong dan tekad yang kuat akhirnya sampai juga ke pintu keluar sekitar magrib.

Kamipun bergegas pulang menuju penginapan dan beristirahat untuk kembali ke rumah masing-masing. Perjalanan kali ini benar-benar tak terlupakan.

Pelajaran untuk perjalanan kali ini adalah Capek liat sikap doi tuh melebihi capek saat mendaki gunung ternyata.

Sekian untuk perjalanan kali ini. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi sahabat semua. (BM)

Posting Komentar untuk "Berwisata Ke Kerinci, Inilah 6 Hal Menarik yang Bisa Kamu Lakukan"

Berlangganan via Email