BPIP Klarifikasi Atas Kritik Netizen soal Konser Musik Corona

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo. (CNN Indonesia /: Safir Makki)

Ruangberita7.com - Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo menyebut warganet telah salah paham dalam mengkritik konser musik bertajuk 'Berbagi Kasih' yang akan disiarkan secara langsung di TVRI, pada Minggu (17/5).


Benny memastikan konser musik itu digelar secara virtual dan diinisiasi oleh para seniman. Kemudian, difasilitasi beberapa lembaga negara untuk menggalang dana solidaritas bagi penanganan corona.

"Kita harus berpikir positif. Kita butuh upaya gotong-royong dan kebersamaan. Kita harus belajar pada Didi Kempot punya jiwa ketulusan membantu sesamanya," kata Benny lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (16/5).

Menurutnya, upaya para seniman perlu didukung. Benny percaya kritik hanya bentuk kesalahpahaman. Dia bilang banyak masyarakat yang mendukung acara ini.

Benny mengonfirmasi acara akan diisi sejumlah seniman seperti Bimbo, Judika, Rossa, dan Via Vallen. 


Konser juga akan dihadiri para pejabat publik seperti Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Idham Aziz. "Pak Presiden muncul virtual," ucap Benny.

Konser ini telah mendapat kritik dari sejumlah netizen. Kata "BPIP" bahkan sempat viral di media sosial Twitter hingga masuk jajaran trending topic. Kebanyakan warganet mengkritik penyelenggaraan konser musik di masa pandemi.


Salah satu kritik datang dari Rachland Nashidik. Lewat akun Twitter @RachlandNashidik, politikus Demokrat itu menyindir tugas dan wewenang BPIP dalam pemerintahan.

"Duit negara jangan lagi-lagi dibuang buang percuma. Lebih baik Megawati dan BPIP sarankan Jokowi batalkan pelatihan online kartu prakerja. Dan pindahkan seluruh anggarannya jadi BLT bagi rakyat miskin. Atau untuk menalangi defisit BPJS. Itu lebih membantu rakyat daripada konser," tulis Rachland.

Kritik lainnya datang dari akun Twitter @marlina_idha. Ia mempertanyakan kenapa kontribusi BPIP dalam pandemi corona berupa acara musik, bukan pemotongan gaji.


Warganet lainnya, @hannarayliza juga mengkritik konser tersebut. Dia mempertanyakan konser jadi solusi dari BPIP dalam gelombang PHK dan krisis akibat pandemi corona.CNN Indonesia

Posting Komentar untuk "BPIP Klarifikasi Atas Kritik Netizen soal Konser Musik Corona"

Berlangganan via Email