Ini 10 Teman Iblis, Mungkin Kita Salah Satunya?

foto: islampos

RuangBerita7.com -- DALAM riwayat Imam Bukhari, diceritakan suatu saat ketika sedang duduk, Rasulullah SAW didatangi seseorang. Rasul bertanya kepadanya, “Siapa Anda?” Ia pun menjawab, “Saya Iblis.” Rasul bertanya lagi apa maksud kedatangannya. Iblis menceritakan bahwa kedatangannya atas izin Allah untuk menjawab semua pertanyaan dari Rasulullah SAW.
Intinya Rasulullah bertanya: “Ada berapa teman-temannu dari golongan umatku?” Iblis menjawab, “Teman-teman saya dari golongan umatmu, ya Muhammad, ada sepuluh orang.” Mereka merupakan teman-teman iblis dari dunia sampai ke neraka. Siapa mereka?

1. Haakimun jaa’ir, hakim yang tidak adil

Karena hakim diharapkan mampu melahirkan produk keadilan. Sehingga ada orang mengatakan, seorang hakim adalah yang meletakkan sebelah kakinya di surga dan sebelah di neraka. Kalau adil dia menghukum, kaki sebelah kanan menentukannya ke surga. Sedangkan kalau licik dia menghukum, kaki sebelah kiri akan menjerumuskannya ke dalam neraka.

2. Ghaniyyun mutakabbir, orang kaya yang sombong

Jika mampu bercermin atas kekurangan diri sendiri, maka pada hakikatnya tidak ada orang kaya dalam kehidupan ini. Orang kaya yang sombong pada hakikatnya kacang yang lupa kulitnya. Tidak ada yang dibawa pada saat kita dilahirkan maupun saat meninggalkan alam ini. Sebab itu yang perlu dijaga hakikatnya tidak lain adalah iman yang akan kita bawa mati nanti.

3. Taajirun kha’in, pedagang yang berkhianat


Sebab pada dasarnya, apabila kaum pengusaha sudah berkhianat, akan timbul kegoncangan ekonomi. Kegoncangan ekonomi dampaknya adalah melahirkan kelas-kelas kemiskinan. Kemiskinan merupakan satu perangkap iblis. Orang yang miskin cenderung mudah mendekat kepada kekafiran, jika tidak memiliki iman yang kuat.

4. Syaaribu al-khamr, pemabuk/peminum khamr


Bahkan mereka divonis tidak beriman ketika meninggal dunia dan di dalam perutnya masih ada khamr. Dalam satu pesta yang menyediakan minuman-minuman keras, iblis sudah memasang perangkap. Bila minuman itu dihampiri orang, dia mulai senang, wajahnya berseri-seri. Kalau minuman dituang ke gelas, dia tepuk tangan. Bila minuman mulai mengalir ke tenggorokan, iblis girang bukan main.

5. Al-qataat, tukang-tukang fitnah


Hal ini merupakan suling iblis dan terompet setan. Fitnah lebih bahaya dari pembunuhan. Pembunuhan membunuh orang secara langsung. Fitnah membunuh orang pelan-pelan. Nama baik orang hancur, tercoreng di tengah masyarakat.
Fitnah pernah melanda Nabi Zakariya, Habil dan Qabil, juga Nabi Ibrahim. Bahkan pernah melanda kehidupan Rasulullah dalam peristiwa yang lazim dkenal dengan peristiwa haditsul ifki. Bagaimanapun ternyata gosip sempat mengguncang rumah tangga kehidupan baginda Nabi SAW. 

6. Shaahibu ar-riya, orang yang riya'

Imam Ghazali berkata, “Manusia pada hakikatnya mati, kecuali orang alim. Orang alim sekalipun hidup hakikatnya tidur, kecuali orang yang mengamalkan ilmunya. Dan orang yang mengamalkan ilmunya banyak yang tertipu, kecuali orang yang ikhlas.”

7. Akilu maal al-yatiim, orang memakan harta anak yatim

Orang yang memakan harta anak yatim secara zalim merupakan teman setan. Sebaliknya, orang yang melindungi anak yatim, kata Nabi: “Seperti dua jari ini dengan aku di akhirat nanti”, dekat derajatnya dengan Rasul.

8. Al-mutahaawinu bi al shalah, orang yang menganggap enteng shalat

Pada dasarnya, agama itu mudah, jangan dipersulit. Tapi juga jangan dipermudah. Agama itu tidak berat. Jangan diberat-beratin, tapi juga jangan dienteng-entengin. Apalagi salat merupakan tiang agama. Bagaimana rumah akan tegak tanpa tiang yang kuat.

9. Maani'uz-zakaah, orang yang enggan memabayar zakat 

Nabi berkata, “Bersihkan hartamu dengan zakat.” Jadi barangkali bercampur harta itu dengan sedikit yang tidak baik, bercampur dengan yang kotor, zakat itu membersihkannya.

10. Man yuthiilu al-amal, orang yang terlalu panjang angan-anganya

Tidak pernah mau berbuat. Hanya angan-angannya saja yang terlewat panjang. Orang bukan tidak boleh bercita-cita. Bahkan, cita-cita yang mendorong kita untuk bergairah dalam kehidupan, tetapi cita-cita yang harus disertai langkah konkret.

Nah, itu tadi sepuluh teman-teman setan, mari kita berusaha jangan termasuk salah satu di antara sepuluh orang tersebut. Caranya menurut Imam Ghazali dengan memperbanyak dzikrullah, jangan mendekati tempat maksiat, dan selalu ingat tujuan iblis dan setan adalah menjerumuskan manusia, sehingga kita berusaha untuk mengerem dan menjaga diri. Pada akhirnya dengan harapan terwujud insan kekinian yang berpegang teguh dengan prinsip Islam yang kaffah. Wallahu a’lam. [islampos]

Posting Komentar untuk "Ini 10 Teman Iblis, Mungkin Kita Salah Satunya?"

Berlangganan via Email