Jokowi: Penyaluran Bansos Dinilai Lambat, Ia Minta 3 Menteri Ini Kerja Cepat

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (kiri) meninjau penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Bogor, Jawa Barat, Rabu 13 Mei 2020. Presiden mengecek penyaluran BST kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Bogor dan berharap dengan adanya bantuan sosial ini bisa memperkuat daya beli masyarakat hingga nanti konsumsi domestik Indonesia menjadi normal kembali. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Ruangberita7.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan masih mendapatkan laporan ihwal masyarakat yang belum mendapatkan bantuan tunai (BST) dan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa.

Jokowi mengatakan, telah memerintahkan para pembantunya mempercepat proses penyaluran dengan memotong segala prosedur sehingga masyarakat bisa cepat menerima bansos.


Di samping itu, Jokowi juga meminta masyarakat pro-aktif bertanya kepada RT/RW dan kepada desa setempat.

“Masyarakat yang belum mendapat bantuan, tanya terus ke RT/RW dan kepala desanya,” ujar Jokowi dalam sebuah video yang diunggah di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu, 16 Mei 2020.


Adapun besaran bantuan yakni Rp 600.000,- per bulan untuk setiap kepala keluarga selama tiga bulan berturut-turut. Besaran yang sama untuk BLT Dana Desa selama tiga bulan berturut-turut.

Menurut Jokowi, sampai saat ini BLT dana desa yang tersalurkan jumlahnya baru 15 persen. Dengan kata lain, masih ada 85 persen yang belum diterima masyarakat. 

“BST juga baru kurang lebih 25 persen yang sudah diterima masyarakat. Oleh karena itu, saya sudah perintahkan menteri terkait untuk mempercepat dan menyederhankan prosedur penyalurannya agar bantuan bisa cepat diterima masyarakat,” ujar Jokowi. Tempo.co

Posting Komentar untuk "Jokowi: Penyaluran Bansos Dinilai Lambat, Ia Minta 3 Menteri Ini Kerja Cepat"

Berlangganan via Email