Kerisauan Seorang Mukmin saat Bencana Covid-19



Dr.H.Tulus Musthofa, Lc.MA

Anggota Dewan Syuro PP IKADI (Ikatan Dai Indonesia )

BENCANA merebaknya virus corona covid-19 ke seluruh penjuru dunia telah membuat semua orang risau dan khawatir akan terjangkit penyakit tersebut.
Ruangberita7.com -- Sebagai bagian dari kewajiban beragama, setiap muslim berusaha melakukan upaya upaya agar terhindar dari virus tersebut melalui antara lain social distancing seraya tetap berkeyakinan bahwa tidak ada yang menimpa sesuatu apapun pada diri manusia di bumi dan di langit kecuali atas kehendak Allah Subhanahu wa ta’ala termasuk terjangkitnya virus covid-19.
Kerisauan tersebut dirasakan hampir setiap orang di muka bumi ini kalau memang sehat pikirannya dan memahami akan bahaya virus tersebut.
Ada kerisauan lain yang dirasakan oleh setiap mukmin sebagai bagian dari keimanannya yang bisa jadi lebih besar dari kerisauan tersebut di atas. Ketika seorang mukmin sedang dalam keadaan prima bisa menjalankan ibadah sesuai dengan perintah tanpa ada kendala apapun juga risau kalau kalau amalnya tidak diterima oleh Allah dan takut tergelincir dalam kemaksiatan karena meyakini kalau sampai tergelincir dalam kemaksiatan dan belum sempat bertaubat seperti tidak menjalankan shalat dengan baik dampaknya akan mendapatkan murka dari Allah dan akan bisa dirasakan ketika di dunia hingga di akhirat.
Tuntutan social/physical distancing ternyata berdampak pada urusan yang sangat esensial dalam kehidupan seorang muslim yaitu soal pengamalan ibadah dan ibadah yang sangat esensial yaitu shalat berjamaah di masjid. Tentu bukan masalah landasan hukumnya karena lembaga lembaga fatwa baik lokal maupun global telah mengeluarkan fatwanya seperti lembaga ulama senior Alzahar mesir, lembaga ulama senior Arab Saudi dan MUI, kredibilitas keilmuan mereka tidak diragukan lagi walaupun wajar saja ada orang perorang yang mempermasalahkannya.
Bagaimana tidak risau shalat jamaah di masjid bagi seorang mukmin merupakan suatu ekspresi keimanan yang sudah menyatu pada dirinya dan mempunyai kelebihan dibandingkan ibadah yang lain :
1. Panggilan azan setiap waktu yang diawali dengan takbir bagi seorang mukmin adalah suatu panggilan yang paling mengikat yaitu untuk menjalankan shalat jamaah di Masjid.
2. Shalat berjamaah di masjid bukan hanya pahalanya yang melebihi pahala shalat sendirian berlipat 27 derajat tapi punya juga nilai nilai yang lain.
3. Shalat berjamaah di masjid merupakan bukti keimanan seseorang dan merupakan standar kualitas keimanan masyarakat muslim sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits.
4. Setiap langkah seorang mukmin pergi ke Masjid mengangkat derajatnya, menghapus satu dosa, menjadi satu kebaikan. Dan Allah menyiapkan tempat di sorga.
5. Shalat jamaah di masjid sebagaimana ibadah yang lain akan memberi kelezatan batin dan meningkatkan kecerdasan hati dalam membedakan mana yang benar dan mana yang salah, sehingga Rasulullah SAW memerintahkan Bilal untuk merilekkan hidup dengan adzan.
6. Setiap kali seorang mukmin pergi ke Masjid untuk shalat jamaah mendapatkan sambutan dari Allah. [islampos]

Posting Komentar untuk "Kerisauan Seorang Mukmin saat Bencana Covid-19"

Berlangganan via Email