Ketika Kemunculan 'Lord of The Prank' Usai Sepekan Menghilang, Diarak Warga Kampung Bak Selebriti!

M Nuh berfoto bersama warga

Ruangberita7.com-- Tepat sepekan M Nuh menghilang dari kampungnya, usai dirinya secara meyakinkan dinobatkan sebagai pemenang lelang sepeda motor listrik merek Gesits milik Presiden Joko Widodo dalam sebuah acara spektakuler yang ditayangkan secara langsung di televisi, Minggu 17 Mei lalu.

M Nuh merupakan warga Jambi yang sebelumnya dianggap sebagai pengusaha yang menawar sepeda motor itu dengan nilai Rp2,2550 miliar.

Ternyata hilangnya M Nuh dikarnakan takut dan meminta perlindungan pihak kepolisaan karena ditagih uang hasil lelang motor yang dimenangkannya.

Dari sana pula terkuak bahwa M Nuh bukanlah seorang pengusaha yang disampaikan panitia lelang.

M Nuh bekerja sebagai buruh lepas, kadang menjali kuli bangunan.

Jangankan membayar Rp2,5 miliar, warga setempat menyampaikan, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja M Nuh kewalahan.

Kepada polisi, M Nuh mengaku tak tahu bahwa dirinya sedang ikut lelang.

Sebaliknya, ia mengira akan mendapatkan hadiah.

Peristiwa itu pun membuat heboh masyarakat.

Di balik kekesalan atas sikap N Nuh, tidak sedikit yang kemudian malah tertawa lantaran M Nuh.

M Nuh pun mendapat julukan dari warganet sebagai Lord of The Prank. Adapula yang menyebut aksinya itu adalah Prank of The Year.

Kemunculan M Nuh saat Lebaran


Setelah sempat menghilang beberapa hari, M Nuh pun menampakkan diri.

Banyak orang menebak-nebak wajah M Nuh, warga Kota Jambi yang pemenang lelang motor listrik Jokowi .

M Nuh, warga Kampung Manggis, itu jadi pemenang lelang motor listrik Jokowi senilai Rp 2,550 miliar.

Wajah M Nuh terlihat berjambang, berkumis.

Penampilannya seperti masyarakat pada umumnya saat perayaan Idul Fitri.

Pada hari pertama perayaan Idul Ftri 1441 H, M Nuh tampak berfoto dengan sejumlah warga.

Dia tampak mengenakan baju berwarna putih, peci putih dan lengkap dengan sarung.

Sementara itu, dalam sebuah video, M Nuh diarak warga dengan iringan kompangan.

Ia disambut dengan tabuhan-tabuhan dan tarian.

Dalam sebuah video, M Nuh diarak warga dengan iringan kompang bak tamu kehormatan.

Nama M Nuh dipekikkan dalam suasana kebahagiaan.

M Nuh sendiri, yang mendapat sambutan meriah, sering terlihat tertawa.

Ketua RT 20, Kampung Manggis, Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Ibrahim Husain mengatakan, saat ini M Nuh tengah berada di kediamannya.

"Benar, M Nuh sudah di rumahnya sekarang. Tadi sejumlah warga saya sempat arak dia, karena sempat viral itu mungkin," kata Ibrahim, saat dihubungi via telepon seluler, pada Minggu (24/5) pukul 14.35 wib.

Namun, hingga saat ini, pihak media belum bisa mengkonfirmasi M. Nuh secara langsung.

Pada sejumlah foto yang beredar di sosial media, M Nuh menjadi buruan warga untuk diminta berfoto bersama.

Warga, di momentum Hari Raya Idul Fitri, ramai-ramai berpose bersama M Nuh yang sebelumnya membuat geger lantaran aksi 'prank' lelang sepeda motor milik Presiden Joko Widodo.

M Nuh, sebelumnya, mengaku sebagai seorang pengusaha asal Kampung Manggis, Jambi, ternyata adalah seorang buruh harian lepas. 

Media lokal Jambi dan masyarakat yang menari jejak M Nuh di kampung itu pun dibuat terhenyak melihat fakta sesungguhnya.

M Nuh kemudian dilaporkan, berada di kantor polisi.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Santyabudi, angkat bicara terkait penangkapan pemenang lelang motor listrik Jokowi senilai Rp 2,550 miliar.

Menurut Firman, pemenang lelang motor listrik itu atas nama M Nuh.

Warga Kampung Manggis Kota Jambi itu memang benar diperiksa di Polsek Pasar, Kota Jambi.

Namun, kata Firman, tidak ada penahanan terhadap M Nuh.

"Tidak ada penangkapan dan penahanan kepada yang bersangkutan," kata Kapolda Jambi, saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis (21/5) malam

Setelah dilakukan wawancara, ternyata yang bersangkutan mengaku tidak paham acara tersebut merupakan acara pelelangan.

M Nuh mengira hal tersebut merupakan acara pembagian hadiah.

"Yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang. Yang bersangkutan malah mengira bakal dapat hadiah," tambahnya.

Karena yang bersangkutan ditagih, jadi ia meminta perlindungan ke pihak kepolisian.

"Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan," tuturnya.

Menghilang saat ditelusuri



Sebelumnya, sosok M Nuh menjadi teka-teki bagi warga Kampung Manggis, Kota Jambi.

Teka-teki pengusaha Jambi bernama M Nuh, muncul di kalangan warga Kampung Manggis, Kota Jambi.

Munculnya nama M Nuh sebagai pemenang lelang sepeda motor listrik yang pernah dijajal Presiden Joko Widodo (Jokowi), membuat warga Jambi heboh.

Bukan cuma harga fantastis mencapai Rp 2,550 miliar, tapi warga Kampung Manggis malah bertanya-tanya.

Pasalnya, M Nuh disebut-sebut sebagai warga Kampung Manggis, Kota Jambi.

Sementara, berdasarkan penelusuran Tribunjambi.com, tidak ada warga sekitar yang mengenal sosok M Nuh, pengusaha asal Kampung Manggis yang memenangkan lelang tersebut.

Pada Senin (18/5/2020), Tribunjambi.com menelusuri kawasan Kampung Manggis.

Kawasan ini berlokasi di Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Dari sejumlah warga yang Tribunjambi.com tanyai, tidak ada yang mengenal pengusaha bernama M Nuh.

"Dapat sayo kabar, ado orang namonyo M Nuh, menangkan lelang motor dari Jokowi, tapi dak tau sayo siapo M Nuh ini," kata Sayuti, satu di antara warga yang sudah tinggal di Kampung Manggis sejak 1986 silam.

Bukan hanya Sayuti dan warga lain, ketua RT setempat yang ditanyai pun mengaku tidak dapat memrediksi siapa sosok M Nuh.

Dari informasi yang didapat, ada beberapa warga Kampung Manggis yang bernama M Nuh.

Namun berdasrkan catatan warga dan RT setempat, tidak ada yang bekerja sebagai pengusaha, apalagi dengan aset di atas Rp 2,550 miliar.

Ibrahim Hasan, Ketua RT 20, Kampung Manggis, Kelurahan Sungai Asam, menyebut ada warganya yang bernama M Nuh.

"Tapi sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh," tuturnya.

"Beberapa tadi sudah ada yang tanya saya karena dapat berita itu. Setelah saya cek, fotonya tidak ada, informasi alamat lengkapnya tidak ada, jadi mengambang (tidak jelas) ini siapa. Tapi dia mengatasnamakan orang Kampung Manggis," timpalnya.

Forum RT pun tak tahu

Untuk diketahui, ada beberapa RT yang termasuk dalam kawasan Kampung Manggis yang terbagi dalam Kampung Manggis Atas dan Kampung Manggis Bawah.

Di Kampung Manggis Atas, ada dua RT, yaitu RT 7 dan RT 17.

Sedangkan di Kampung Manggis Bawah ada RT 9, RT 10, RT 19, RT 20, RT 21, dan RT 23.

Ketua Forum RT se-Kelurahan Sungai Asam, Sayyid Abdullah, pun mengaku tidak tahu pengusaha bernama M Nuh yang dimaksud.

Setahu dia, tidak ada pengusaha besar asal Jambi di Kampung Manggis yang bernama M Nuh.

"Tadi sudah saya tanya juga ke forum RT, tapi belum ada yang tahu pasti siapa orangnya," kata dia.

Beberapa warga yang Tribunjambi.com tanyai mengira M Nuh merupakan identitas samaran.

Namun, Sayyid tidak mau menerka-nerka siapa orang yang ada di balik nama M Nuh itu.

"Nanti kalau sudah ada info, kami sampaikan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, M Nuh berhasil memenangkan lelang motor listrik bertanda tangan Jokowi pada Minggu (17/5/2020) malam.

Lelang motor listrik itu putus pada angka Rp 2,550 miliar.

Informasi yang berhasil Tribunjambi.com telusuri, motor listrik nasional Gesits buatan Institut Teknologi Surabaya itu diproduksi oleh Garansindo.

Motor yang harga pasarannya dibanderol sekitar Rp 24 jutaan itu melonjak karena pernah dijajal dan ada bubuhan tanda tangan Jokowi.

Selain itu, motor itu juga dilelang saat penggalangan dana dan konser amal untuk bantuan sosial.

Penawaran M Nuh berhasil mengalahkan tawaran pengusaha dan tokoh-tokoh lain.

Sebut saja pengusaha Manado, Gabriele Mowengkang yang menawarkan harga Rp 2,5 miliar, politisi PDIP Maruara Sirait Rp 2,2 miliar, dan Warren Tanoe Soedibyo Rp 1,550 miliar.

Acara lelang sepeda motor listrik Gesit itu dipimpin oleh Ketua MPR, Bambang Soesatyo, dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Nasional (Kadin) Rosan Roslani.

Acara lelang itu digelar berbarengan dengan konser yang digelar oleh MPR RI dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lelang ini dilakukan bersamaan dengan konser virtual ‘Berbagi Kasih Bersama BIMBO'.

Usai M Nuh dianulis, pemenang lelang kemudian diserahkan kepada anak bungsu pengusaha Hary Tanoesoedibjo, Warren H Tanoesoedibjo dengan nilai yang sama.

Posting Komentar untuk "Ketika Kemunculan 'Lord of The Prank' Usai Sepekan Menghilang, Diarak Warga Kampung Bak Selebriti!"

Berlangganan via Email