KRL Mau Terapkan New Normal, Petugas: Susah!

Foto: Suasana di Stasiun KRL (Anisa Indraini/detikcom)
Ruangberita7.com, Jakarta - Skema new normal atau kondisi normal yang baru di tengah virus Corona sedang dipersiapkan. Termasuk di sarana transportasi seperti Kereta Rel Listrik (KRL) yang dilakukan dengan pengurangan kapasitas penumpang per 60 orang per gerbong.

Namun cara itu dinilai susah diterapkan untuk angkutan seperti KRL. Menurut petugas di Stasiun Manggarai yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, di jam-jam sibuk saat kepadatan penumpang terjadi aturan itu sulit diterapkan.

"Susah juga ngaturnya (kalau ramai). Saya juga bingung pas di atas kereta gimana ngaturnya ini. (Ramainya) pagi jam kerja. Jam pagi sama sore setengah 3 jam 3-an mereka pada pulang. Dari (jurusan) Bekasi-Bogor, dari yang Bogor mau ke Bekasi karena transit di sini (jadi ramai)," katanya saat ditemui detikcom, Kamis (28/5/2020).

Hal itu terjadi karena kurangnya petugas, tidak ada petugas yang berjaga di setiap gerbong. Sehingga keramaian baru terlihat setelah kereta sudah jalan dan kepadatan tidak bisa dihindari.

"Nggak terlalu menonjol, nggak terlalu keliatan dibatasinnya, jadi kayak biasa saja. Kecuali setiap gerbong ada petugas, ini kan misalnya 12 gerbong petugasnya cuma 4 mau gimana? Susah juga, gimana lagi ya," ujarnya.


Keramaian terjadi beberapa hari terakhir karena banyak karyawan mulai bekerja setelah libur Lebaran. Pemerintah sendiri akan mulai memberlakukan new normal dan kemungkinan kepadatan penumpang akan lebih tinggi.

"Sesudah lebaran ramai banget numpuk kemarin-kemarin. Sekarang yang kerja belum semua jadi nggak terlalu padat, apalagi nanti," ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh petugas bernama Sudirman. Ia mengakui jika di jam-jam sibuk pembatasan penumpang tidak bisa diterapkan.

"Ya mau gimana lagi kalau sudah ramai," katanya saat ditemui di Stasiun Tanah Abang.

"Tapi sekarang-sekarang ini sudah mulai diatur si," tambahnya. detik.com

Posting Komentar untuk "KRL Mau Terapkan New Normal, Petugas: Susah!"

Berlangganan via Email