Polisi Tangkap 3 Perusak Kantor Wali Nagari Punggasan Utara

Kepolisian Sektor (Polsek) Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan (Pessel). [Foto: Ist]
Ruangberita7.com, Linggo Sari Baganti – Kepolisian Sektor (Polsek) Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan (Pessel) menangkap tiga warga yang diduga melakukan perusakan Kantor Wali Nagari Punggasan Utara, Jumat (22/5/2020).
Ketiga warga tersebut adalah M, 28 tahun, W, 18 tahun, dan J, 30 tahun. Mereka ditangkap di kediaman masing-masing di Kampung Tandikat Air Jambu, Nagari Punggasan Utara.
Kapolsek Linggo Sari Baganti, Iptu Hardi Yasmar mengatakan, penangkapan tiga warga itu berdasarkan laporan Wali Nagari Punggasan Utara sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis (21/5/2020) sore.
Baca Juga :Wasekjen MUI Senang Satpol PP Minta Maaf dan Cium Tangan Habib Umar

Setelah menerima laporan, Kapolsek langsung menerjunkan beberapa personel untuk mengamankan pelaku. Sebelumnya, polisi telah mengantongi identitas pelaku yang diperkuat dengan video perusakan yang beredar di media sosial.
“Kita telah amankan tiga pelaku perusakan kantor Wali Nagari Punggasan Utara. Ketiganya kita tangkap sekitar pukul 03.40 WIB, sebelum ada upaya mereka untuk melarikan diri,” ujar Hardi kepada Padangkita.com melalui sambungan telepon, Jumat (22/5/2020).

Hardi menyebutkan, usai ditangkap ketiga pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Linggo Sari Baganti. Kepada polisi, ketiga pelaku mengakui perbuatannya. Alasan mereka melakukan perusakan, tidak puas karena tidak mendapatkan bantuan.
Ketiga pelaku, kata Hardi, akan dijerat Pasal 170 jo 406 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama terhadap barang atau perusakan dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun penjara.
“Untuk keperluan penyidikan, ketiganya kita tahan,” kata hardi.

Protes Keluarga Korban

Baru saja selesai penangkapan dini hari, sekitar pukul 06.00 WIB, puluhan orang yang merupakan kerabat pelaku bersama warga mendatangi Mapolsek Linggo Sari Baganti. Mereka menuntut ketiga pelaku dilepaskan.
Mereka menilai penangkapan terhadap pelaku perusakan tersebut tidak wajar. Sebab, menurut mereka ketiga pelaku bersama warga yang lain hanya haknya terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa yang sedang dibagikan.
Setelah polisi menjelaskan duduk soalnya, akhirnya tidak lama setelah itu, warga membubarkan diri. Namun, pada siang harinya, puluhan warga tersebut datang lagi dengan tuntutan yang sama, meminta pelaku dilepaskan.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, ketiga pelaku dipindahkan ke tahanan Mapolres Pessel di Painan. “Setelah dilaporkan kepimpinan, atas perintah pimpinan, ketiganya dipindahkan ke Polres,” tutur Hardi.
Perusakan kantor Wali Nagari Punggasan Utara terjadi Kamis (21/5/2020). Waktu itu puluhan warga Punggasan Utara yang merasa tidak tercatat sebagai penerima BLT Dana Desa menyerbu kantor wali nagari.
Padahal hari yang sama adalah hari libur, sehingga tak ada satupun aparat nagari di kantor itu.
Dalam aksi sekitar pukul 13.30 itulah, beberapa orang warga melakukan perusakan dengan melemparkan batu dan kayu, yang menyebabkan jendela kantor wali nagari pecah. Monitor komputer dan tanaman bunga di halaman kantor juga rusak.
Wali Nagari Punggasan Utara Syafrisal menilai aksi warga itu bukan penyampaian aspirasi. Sebab pada hari itu adalah hari libur, sehingga menurut Syafrisal, kejadian itu murni perusakan kantor nagari. Syafrisal lalu melapor ke polisi. [mfz] Padangkita.com

Posting Komentar untuk "Polisi Tangkap 3 Perusak Kantor Wali Nagari Punggasan Utara"

Berlangganan via Email