Surat Ruslan Buton Menjadi Bukti Presiden Jokowi Dalam Ancaman Serius

Ruslan Buton saat ditangkap polisi (Foto: iNews TV/Andhy Eba)
Ruangberita7.com – Direktur Eksekutif Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi mengatakan bahwa surat terbuka Ruslan Buton kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan pertanda adanya ancaman serius terhadap keberlangsungan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Meskipun tidak hanya terjadi di Indonesia, Pandemi Covid-19 yang menimbulkan krisis di berbagai bidang digunakan sebagai salah satu momentum untuk melengserkan Jokowi dari tampuk kekuasaan.

Kegagalan demi kegagalan di banyak momentum sebelumnya tak membuat kelompok tersebut berhenti apalagi menyerah. Ibarat air yang terus mencari celah agar tetap bisa mengalir, demikian pula upaya yang dilakukan untuk melengserkan Presiden Jokowi.

Baru-baru ini, pecatan TNI AD yang mengaku bernama Ruslan Buton, Panglima organisasi Serdadu Eks Trimatra Nusantara (Ekstrim) melayangkan surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Dalam surat itu Ruslan Buton meminta Presiden Jokowi mundur dari jabatannya atau jika tidak, maka akan terjadi pertumpahan darah melalui gelombang revolusi rakyat secara besar-besaran.

Ruslan Buton menilai pemerintah pusat gagal dalam segala bidang, kebijakan yang dibuat telah melukai dan merugikan rakyat, bangsa dan negara. Entah karena ketidakmampuan Presiden Jokowi sendiri atau lantaran bisikan kelompok dengan kepentingan tertentu sehingga Kepala Negara tersandera olehnya.

“Ancaman bukan hanya datang dari situasi-kondisi yang sulit dan tekanan dari oposisi maupun para pembenci yang tak berkesudahan. Akan tetapi juga disebabkan oleh sepak-terjang orang-orang yang berada di lingkaran Presiden dan para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kebijakan yang keliru pada waktu yang tidak tepat menjadi celah untuk menyerang sehingga membuat posisi Kepala Negara menjadi semakin terancam. Seperti api dalam sekam, ini bom waktu yang siap meledak kapan saja,” ujar R Haidar Alwi, Kamis (21/5/2020).


Oleh karena itu, ia meminta kepada Presiden Jokowi untuk tidak memberikan kepercayaan penuh kepada para pembantu dan pembisiknya. Sebab, setiap blunder yang mereka lakukan akan menjadi bumerang bagi Presiden Jokowi yang memang sudah ditargetkan untuk lengser.

“Setelah Pandemi Covid-19 ini berlalu, Presiden Jokowi harus melakukan evaluasi terhadap kinerja para menterinya dan segera reshuffle kabinet. Sebagus apapun gagasan Presiden, kalau pembantunya banyak yang tidak beres, masing-masing bermanuver, tetap saja realisasinya akan menjadi buruk. Riwayat blunder mereka semua tercatat rapih di media nasional dan menjadi perbincangan hangat di medsos,” tutur R Haidar Alwi.

Ujung tombak Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) ini mengajak seluruh relawan dan organ pendukung Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019 untuk bersama-sama mengawal pemerintahan Jokowi-Ma’ruf hingga akhir periode.

“Mengawal bukan berarti membenarkan segala kebijakan pemerintah. Jangan sampai fanatisme membutakan logika. Semua demi kecintaan kita kepada Presiden, kepada bangsa dan negara. Kita percaya Presiden orang baik yang punya gagasan cemerlang. Tapi pelaksanannya harus kita kawal karena orang-orang di dalam pemerintahan sana sarat akan kepentingan pribadi maupun kelompoknya. Dengan demikian tekanan dan ancaman dapat kita minimalisir,” kata R Haidar Alwi.

Sumber: threechannel.co

Posting Komentar untuk "Surat Ruslan Buton Menjadi Bukti Presiden Jokowi Dalam Ancaman Serius"

Berlangganan via Email