7 Hal Ini yang Membuat Mandi Wajib Tidak Sah

Ilustrasi mandi wajib. Foto: Unsplash.com/champhoto

Ruangberita7.com - Dalam ajaran Islam, sebagai seorang Muslim tentu sudah diajarkan untuk melakukan hal-hal yang diperintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Untuk itu, kita semua juga diajarkan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan benar. 

Nah, dalam melakukan hal yang baik dan benar, Islam mengajarkan kita semua, salah satunya tata cara mandi junub atau mandi wajib dengan benar. 

Mandi wajib adalah mandi yang dilakukan untuk menhilangkan hadas-hadas besar. Ada sebab-sebab yang mengharuskan kita untuk melakukan mandi wajib, seperti selesai menstruasi, usai berhubungan seksual, mengeluarkan air mani, melahirkan, dan orang yang meninggal. 

Mereka yang melakukan mandi wajib haruslah dilakukan secara benar dan sah. Kewajiban ini memang harus dilakukan ketika kita hendak menjalankan ibadah yang mewajibkan diri dalam keadaan suci. 

Allah juga memerintahkan umat Muslim untuk melakukan mandi wajib dalam keadaan junub. 

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 43 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun."

Tapi, ketika melakukannya, ada tujuh hal yang dapat mandi wajibmu menjadi batal atau tidak sah. Apa saja tujuh hal itu? 

1. Tidak melakukan mandi wajib secara benar 
Hal pertama yang membuat mandi wajibmu tidak sah adalah ketika dilakukan dengan cara yang tidak benar. Mungkin saja, ada poin-poin di mana tata cara mandi wajibnya lupa atau tidak sesuai. 

Inilah tata cara mandi wajib yang benar sesuai hadis Rasulullah SAW. 
- Baca niat membersihkan hadas besar tanpa bersuara 
- Membasuh tangan sebanyak 3 kali 
- Membasuh alat kelamin dari kotoran dan najis. Gosok pula bagian-bagian, seperti pusar, ketiak, lutut, dan lainnya supaya terkena air 
- Mengulangi mencuci tangan 
- Ambil wudu seperti biasa 
- Menyela pangkal rambut sampai kulit kepala dengan jari-jari yang sudah dibasahkan ke air  
- Membasuh kepala sebanyak 3 kali dengan 3 kali menimba air hingga seluruh permukaan kulit basah 
- Basahi seluruh tubuh secara merata dengan mengguyur dari ujung kepala hingga ujung kaki. Dimulai dari bagian kanan lebih dulu, lalu bagian kiri 

2. Tidak membaca niat 
Ini termasuk hal penting ketika hendak melakukan mandi wajib. Inilah yang membedakan mandi wajib dengan mandi biasa. Cara membaca doa niat mandi wajib pun dilakukan dalam hati atau tidak bersuara. 

3. Tidak menggunakan air yang bersih 
Ketika melakukan sesuatu yang akan mensucikan kembali tubuh, mandi wajib haruslah dilakukan menggunakan air yang bersih. Namun, jika dalam kondisi sulit mendapatkan air bersih, maka bisa dilakukan secara tayamum yang memiliki tata caranya tersendiri. 

4. Ada bagian tubuh yang masih kering 
Proses menghilangkan hadas besar dengan mandi wajib haruslah membasahi seluruh anggota tubuh. Begitulah salah satu hal yang wajib dilakukan terkait tata cara mandi junub. 
Kewajiban membasahi seluruh tubuh, termasuk bagian-bagian yang tersembunyi seperti lubang hidung dan mulut, bisa dilakukan lewat berkumur atau mengisap air ke hidung, dan segera mengeluarkannya. 

“Dahulu, jika Rasulullah SAW hendak mandi janabah (junub), beliau membasuh kedua tangannya. Kemudian menuangkan air dari tangan kanan ke tangan kirinya lalu membasuh kemaluannya. Lantas berwuduk sebagaimana berwuduk untuk solat. Lalu beliau mengambil air dan memasukkan jari-jemarinya ke pangkal rambut. Hingga beliau menganggap telah cukup, beliau tuangkan ke atas kepalanya sebanyak 3 kali tuangan. Setelah itu beliau guyur seluruh badannya. Kemudian beliau basuh kedua kakinya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim) 

5.  Rambut dalam keadaan tidak terurai 
Bagi seorang perempuan atau laki-laki yang memiliki rambut panjang, ada baiknya untuk tidak mengikat rambutnya saat melakukan mandi wajib. Sebab, bisa saja air tidak masuk hingga ke sela-sela rambut sehingga mandi wajibnya akan tidak sah. 

6. Masih terdapat kotoran di dalam kuku 
Kamu perlu tahu bahwa kotoran yang ada di dalam kuku bisa menghalangi air sampai ke badan, khususnya pada bagian bawah kuku. Jadi, ada baiknya sebelum melakukan mandi wajib membersihkan dulu kotoran tersebut. Ini juga berlaku dalam kondisi kuku yang mengenakan kutek. Kecuali pewarna kuku alami, yaitu henna. 

7. Tidak sesuai urutan 
Tidak tertib dalam melakukan mandi wajib dapat membatalkan mandi wajib itu sendiri. Dalam melakukan mandi wajib, kamu juga perlu memerhatikan rukun mandi wajib. 
- Membaca niat di dalam hati atau tidak bersuara 
- Menghilangkan kotoran dan najis pada badan 
- Membasahi seluruh anggota tubuh, termasuk semua lipatan badan 
Namun, jika sudah memenuhi ketiga rukun mandi wajib tersebut, maka mandi wajibnya dianggap sah.
Sumber : Kumparan




Posting Komentar untuk "7 Hal Ini yang Membuat Mandi Wajib Tidak Sah"

Berlangganan via Email