Anggaran Dipangkas Rp 44 Triliun, Berikut Proyek Prioritas Menteri PUPR

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjalankan tugas rutin dan mengikuti beberapa kegiatan penting dari kediaman. Foto: Instagram/@kemenpupr

Ruangberita7.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda sejumlah pembangunan dan memprioritaskan 4 program pembangunan selama masa pandemi COVID-19. 

Hal itu disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mendatangi proyek Kampus Politeknik PU di Semarang. Prioritas pertama dari refocusing tersebut, yakni program padat karya.

"Kalau yang prioritasnya kan untuk mengatasi pandemi makanya dipotong Rp 44 triliun ya, yang kami di PU ini prioritasnya padat karya, kami punya 11,6 triliun untuk padat karya baik diirigasi, jalan, perumahan, air minum kemudian sanitasi," ujarnya, Rabu (11/6). 

"Itu akan meng-create kurang lebih 605 ribu lapangan kerja selama 3 bulan. Sudah mulai kerja ini, sudah mulai jalan, progresnya sudah 15 persen," imbuhnya. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjalankan tugas rutin dan mengikuti beberapa kegiatan penting dari kediaman. Foto: Instagram/@kemenpupr

Kemudian, prioritas selanjutnya adalah pembangunan 5 destinasi wisata. Hal ini dipilih karena pemerintah meyakini pariwisata jadi sektor yang paling cepat pulih setelah pandemi selesai. 

"Kedua, 5 destinasi wisata itu prioritas, Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang di Sulut. Itu tidak disentuh oleh penghematan, masih jalan terus karena antisipasinya setelah pandemi selesai yang lebih cepat rebound itu pariwisata," kata dia. 

Prioritas ketiga yaitu menghentikan pekerjaan reguler yang menggunakan alat berat dan mengalihkannya ke padat karya. Salah satu pekerjaan reguler yang disebut adalah proyek irigasi Indramayu.

"Pekerjaan pekerjaan reguler sebagian kita hentikan dulu, alat beratnya masuk padat karya lagi. Jadi seperti irigasi di rentang Indramayu itu juga 3 bulan ini saya minta alat beratnya dipinggirkan dulu selama 2-3 bulan ini, itu sekitar Rp 600 miliar kita punya, menambah 78 ribu tenaga kerja," kata Basuki. 

Prioritas keempat yakni pembangunan Food Estate di Kalimantan Tengah. Hal ini, kata Basuki, untuk mengembangkan sawah dan persiapan menghadapi krisis pangan serta kekeringan. 

Basuki Hadimuljono juga menegaskan, lahan yang disiapkannya untuk Food Estate ini bukan lahan gambut melainkan jenisnya aluvial.

"Kita harus nyiapkan itu di Kalteng di lahan bekas 1 juta hektare, itu ada 164 ribu hektare yang bukan gambut. Karena saya dulu salah satu deputinya, itu bukan gambut itu aluvial. Yang 85 ribu masih berupa sawah karena sudah setiap tahun itu dikerjakan, kita tinggal memperbaiki jaringan irigasinya sedikit, kemudian 79 ribu itu sudah menyemak belukar tapi masih berupa sawah jadi tidak perlu sawah baru tinggal membersihkan lapangan," ujarnya. 
Meski terjadi refocusing pada 4 prioritas pembangunan ini, Basuki menegaskan, pihaknya sama sekali tidak membatalkan program yang lainnya. Hanya terpaksa ditunda. 

"Itu program prioritas kami yang terus kita jalankan, selain pembangunan lainnya. Jadi tidak ada pembangunan yang dibatalin, yang ada ditunda," tegasnya.
Sumber : Kumparan

Posting Komentar untuk "Anggaran Dipangkas Rp 44 Triliun, Berikut Proyek Prioritas Menteri PUPR"

Berlangganan via Email