Bersandar di Waktu Senja dan Sajak Lainnya, Karya Nopriyanto

Ruangberita7.com
Humaniora
Ilustrasi Ruangberita7.com
Bersandar di Waktu Senja

Tak mudah bersandar di waktu senja
Banyak pahit dan asin yang masih terluka
Hanya angin menaruh hati terhadap luka
Mengering namun tetap tersisa
Tanyakan pada air yang mungkin tak lagi mengalir

Terbesit luka dalam bejana tanah air
Tersisa canda dalam tepi yang berujung bersama senja
Sampaikan salam batu air pada ke tepian tak kunjung datang

Air dan air
Kapan merapat ke tepian yang mungkin telah diimpikan
Untuk melepas kerinduan mimpi yang dirindukan

Hidup tak bersandar pada mimpi
Lihat elok senja yang merayu langit 
Menggulung warna pada raut wajah langit
Termenung lelap bersandar lelah
Para muka pencari nafkah

Tak lagi bergerak, tak ada lagi berjalan
Lelah coba dihibur
Pencari nafkah yang rindu ketepian
Mendayuh di mana lumbung itu berada

Bersandar di waktu senja
Kini derita dicucurkan pada kerinduan
Menunggu anak tak kunjung pulang 
di perantauan

Batanghari, Jambi 2020

Ilustrasi Ruangberita7.com
Keluh Tuk Bercerita

Tak mudah bercerita pada gelisah bulan
Menghilang di gelombang awan hitam
Terhisap sinar senyum menerka mata
Haruskah bertakdir di kegundahan

Mengeluh dalam ketidakpastian
Menghujat raja-raja yang sedang berjuang
Kebahagiaan masih banyak tersisa
Meminta di ujung sajadah
Hilanglah keluh kesah dalam masa

Tidurlah
Banyak warna yang menanti untuk diwarnai
Siapkan saja api yang membara disisa
Perjalanan 
Waktu amat panjang
Serukan takbir, ucap istigfar setiap perjalanan

Batanghari, Jambi 2020

Ilustrasi Ruangberita7.com
Runcing Hidup

Terlintas tentang angin yang tak ingin bercerita
Tentang kotak menarik iba
di mana derita tercampur warna senja
Tetap menbayang manis meski runcing derita
Menyatu lintas dan bahaya
Demi sejuta kata dalam cerita

Kaki, kepala lelah terasa berganti senyap
Seperti angin yang melesat cepat
Ini tanah merdeka
Tempat kita bersama-sama merdeka, katamu
Menunggu untaian warna dalam derita
Mencerahkan bagi sesiapa saja

Air mata tak perlu jatuh, biar tetap tersimpan dalam kotak kepalsuan
Menanti kehebatan dalam manis bermuka runcing

Terbaring kecil
Barisan kata runcing

Separuh udara tak lagi bahagia
Sepercik nafas ingin terbelah
Bersama manis di balik runcingnya duka muka

Berjumpa dalam runcing derita
Bangun jika tak lagi lelah
Sudah banyak para bedebah

Batanghari, Jambi 2020

Ilustrasi Ruangberita7.com
Runcing Hidup II

Lenyap lepas waktu magrib menghilang gemuru
Bintang meninggalkan malam
Mana bulan yang kemarin datang mengajakku berbalas pantun
Tak ada warna putih dan senja, setelah datang awan mendung

Mana bintang yang senang menulis puisi
di kota-kota kecil ia menari
Di telinga mereka ia mencari
Berdering hitam berbias putih
Rupa hitam menggenggam putih
Kini senja kehilangan arah

Susah payah Melepaskan ayah pergi
Tinggal seorang anak dan istri menimba sosok yang dicintai

Batanghari, Jambi 2020

Ilustrasi Ruangberita7.com
Yang Terlupa

Yang terlupa tentang gores bermakna
Tentang cinta terpesan dalam canting meninggalkan cerita
Batik yang tak ingin terlupa
Jauh dari ketidak sabaran dunia modernisasi

Suara damai senja terlupa dalam warna menggores ingin bercerita
Bersama lilin, mencair dalam panci-panci kecil
Terlihat begitu menggelora hasrat api segera mendengarkan cerita

Terlalu muda jika ingin berdangsa
Menyaksikan beribu luka

Lihatlah, tentang corak yang ingin bercerita
Tentang jemari kan menjadi dalang terkemuka
Jangan lupa dalam air laut terlihat gemuru ombak menjadi busa
Dalam masa tersisa cerita

Semiotika bersatu bersama tulis jemari batik yang tersisa
Semantik menggores bersama lilin dan canting merangka-rangka
Berwarna dalam masa
Yang tak ingin terlupa

Batanghari, Jambi 2020

Baca juga: Pengantin Covid dan Sajak Lainnya Karya Dedi Saputra

 Biodata penulis
Nopriyanto lahir 18 November 1995, berusaha melangkah kecil mencari berkah sang maha kuasa. Alumni Universitas Jambi, FIB, Sastra Indonesia. Bangga dengan pelukan karya yang masih bernafas. Sangat mencintai negara Indonesia. Menjadikan semua tempat adalah sekolah, semua orang adalah guru, semua masalah adalah pelajaran.
FB: nopry8@gmail.com, email : nopriyanto54@gmail.com, WA/Telegram : 082281044056, Instagram : nopriyanto56

Posting Komentar untuk "Bersandar di Waktu Senja dan Sajak Lainnya, Karya Nopriyanto"

Berlangganan via Email