Curhat Orang Tua Murid yang Keberatan Bayar SPP Penuh saat Pandemi

Ilustrasi Ruangberita7.com

Ruangberita7.com - Selama tiga bulan terakhir pelajar di Tanah Air melaksanakan sistem belajar di rumah (BRD) karena pandemi COVID-19. Namun, banyak orang tua siswa yang mengeluhkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang harus dibayar penuh selama pandemi.

Seperti yang dirasakan Saraswati (33), ibu tiga anak ini mengatakan bahwa ia harus membayar penuh SPP anaknya di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Depok. Padahal selama wabah corona, penghasilan suaminya berkurang karena ada pemotongan gaji dari kantornya.

Menurut Saras, ia juga harus mengeluarkan uang lebih hingga Rp 300 ribu untuk membeli paket data untuk dua anaknya yang bersekolah di SD dan SMP.

“Jadi saya harus bayar itu full, tagihannya sudah dikirim dari Maret sampai Mei, sebulannya Rp 455 ribu, dikali tiga bulan, belum lagi ada pengeluaran paket data Rp 300 ribu sebulan, saya pusing juga nih,” kata Saraswati kepada kumparan, Rabu (3/6).

Ilustrasi Siswa mengerjakan tugas sekolah di rumahnya di Pekanbaru, Riau, Kamis (16/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman

Selama tiga bulan terakhir pelajar di Tanah Air melaksanakan sistem belajar di rumah (BRD) karena pandemi COVID-19. Namun, banyak orang tua siswa yang mengeluhkan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang harus dibayar penuh selama pandemi.

Seperti yang dirasakan Saraswati (33), ibu tiga anak ini mengatakan bahwa ia harus membayar penuh SPP anaknya di salah satu sekolah menengah pertama swasta di Depok. Padahal selama wabah corona, penghasilan suaminya berkurang karena ada pemotongan gaji dari kantornya.

Menurut Saras, ia juga harus mengeluarkan uang lebih hingga Rp 300 ribu untuk membeli paket data untuk dua anaknya yang bersekolah di SD dan SMP.

Baca juga : Pemerintah Kembali Tambah Anggaran Penanganan Virus Corona Jadi Rp 677,2 Triliun

“Jadi saya harus bayar itu full, tagihannya sudah dikirim dari Maret sampai Mei, sebulannya Rp 455 ribu, dikali tiga bulan, belum lagi ada pengeluaran paket data Rp 300 ribu sebulan, saya pusing juga nih,” kata Saraswati kepada kumparan, Rabu (3/6).

Posting Komentar untuk "Curhat Orang Tua Murid yang Keberatan Bayar SPP Penuh saat Pandemi"

Berlangganan via Email