Dirut Garuda Tegaskan Dana Talangan Rp 8,5 T untuk Modal Kerja, Bukan untuk Bayar Utang

Ilustrasi Pesawat Garuda Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Ruangberita7.com
 - Garuda Indonesia menjadi salah satu perusahaan BUMN yang mendapatkan dukungan dana dari pemerintah di tengah serangan virus corona. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan dana yang disuntikkan pemerintah itu berbentuk pinjaman. 

“Kemenkeu sudah menyampaikan Rp 8,5 triliun untuk dana talangan Garuda. Talangan itu nalangi atau minjemi bukan penanaman modal, tapi ini pinjaman,” kata Irfan saat konferensi pers secara virtual, Jumat (5/6).

Irfan menjelaskan pada saat mendapatkan dana turun itu harus dilaporkan ke pihak terkait mulai dari jangka waktu, jumlah uang, sampai peruntukannya. Ia memastikan dana tersebut tidak untuk membayar sukuk. 

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra. Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Meski belum ada kesepakatan secara tertulis, Irfan mengungkapkan sudah ada gambaran mengenai dana talangan itu dimanfaatkan untuk apa saja.

“Yang sudah disepakati itu adalah untuk modal kerja, terus rencana-rencana efisiensi yang dilakukan Garuda. Kita juga ditanya sama mereka ke depan soal efisiensi karena siapa pun yang mau memberikan uang pasti memastikan uangnya bisa kembali, bukan dihabiskan,” ujar Irfan.

Untuk itu, Irfan sudah melaporkan beragam program-program atau rencana yang dilakukan mulai dari sisi penjualan, pendapatan, sampai efisiensi perusahaan. Dengan kondisi sulit ini, ia berharap dana tersebut bisa segera dimanfaatkan.

Baca juga : Erick Mencopot Dua Direktur, Rombak Waskita Karya

“Kita semua sepakat kalau pandemi lewat, kalau dana ini turun teman-teman di Kementerian BUMN dan Kemenkeu berharap Garuda bisa jauh lebih kompetitif, bisa lebih sehat dan punya manajemen yang committed,” tutur Irfan.

Posting Komentar untuk "Dirut Garuda Tegaskan Dana Talangan Rp 8,5 T untuk Modal Kerja, Bukan untuk Bayar Utang"

Berlangganan via Email