Kapasitas Penumpang Dinaikkan, Kemenhub Batal Kerek Tarif Bus

Sumber: CNN
Ruangberita7- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan tak ada kenaikan tarif bus kelas eksekutif (premium) di tengah pandemi virus corona. Pasalnya, pemerintah telah menaikkan kapasitas maksimal dari 50 persen menjadi 70 persen.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan operator bus akan memenuhi pendapatan untuk menutup pengeluaran (break even point/BEP) dengan jumlah penumpang 70 persen dari total kapasitas yang ada. Dengan begitu, tak ada urgensi untuk mengerek tarif bus di tengah penyebaran virus corona.

"Dengan 70 persen kapasitas itu sudah memperhitungkan BEP. Jadi tidak ada kenaikan tarif untuk kendaraan bus premium," ucap Budi dalam video conference, Selasa (9/6).

Budi mengatakan kenaikan kapasitas ini berlaku untuk bus antar kota antar provinsi (AKAP), antar kota dalam provinsi (AKDP), antar jemput antar provinsi (AJAP), dan bus pariwisata. Hal itu pun sudah mulai bisa diterapkan oleh operator.

"Untuk kapasitas bus AKAP, AKDP, AJAP, dan pariwisata bertahap. Ada pelonggaran pembatasan bersyarat," tutur Budi.

Kenaikan kapasitas sampai 70 persen ini berlaku hingga akhir Juli 2020. Nantinya, pada Agustus maksimal kapasitas penumpang AKAP, AKDP, AJAP, dan bus pariwisata bisa naik menjadi 85 persen.

"Sampai Agustus itu bus AKAP dan lainnya bisa mengangkut kapasitas sampai 85 persen," imbuh Budi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan pihaknya memang tak merekomendasikan ada kenaikan tarif untuk angkutan publik. Hal ini demi menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi virus corona. CNN

Posting Komentar untuk "Kapasitas Penumpang Dinaikkan, Kemenhub Batal Kerek Tarif Bus"

Berlangganan via Email