Karena isu PKI, Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat

Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Ruangberita7.com - Pernyataan Waketum Gerindra Arief Poyuono mengenai isu PKI menuai kontroversi. Pasalnya, dalam wawancara yang ditayangkan dalam akun YouTube Kanal Anak Bangsa, Arief menyebut isu PKI tak pernah ada dan hanya digaungkan kelompok 'kadrun' yang tak ingin adanya perdamaian dalam pemerintahan Presiden Jokowi. 

"(Isu PKI) enggak ada cuma isu-isu bohong aja. Isu-isu sebenarnya untuk melegitimasi Mas Jokowi yang selalu dituduh seakan-akan dia ada hubungannya sama PKI. Seperti itu kan aneh seperti itu cuma muncul di era Pak Jokowi, dulu di era SBY enggak ada. Di zaman Mega (Megawati Soekarnoputri) enggak ada ini kan aneh," kata Arief yang dikutip di akun youtube saat mengawali pandangannya mengenai kebangkitan PKI, Sabtu (20/6). 

Kemudian, Arief menyinggung satu kelompok yang disebut sebagai 'kadrun'. Kelompok itu, menurutnya, sebagai pihak yang mengangkat isu PKI selama ini. 

"Yang (angkat isu kebangkitan PKI) pasti ini adalah kadrun-kadrun. Yang kedua mungkin orang-orang yang menginginkan tidak adanya perdamaian di Indonesia yang selalu ingin mengacau, yang selalu ingin mendiskreditkan pemerintah yang sah dan konstitusional dengan isu-isu PKI," ucapnya. 

Pernyataan Arief membuat petinggi partai Gerindra berang. Juru Bicara Gerindra Habiburokhman menegaskan pernyataan yang disampaikan Arief Poyuono tidak mewakili suara partai. Bahkan, kata dia, Arief sudah lama tak diizinkan untuk menyampaikan pernyataan mengatasnamakan Gerindra. 

"Saya perlu tegaskan bahwa statement tersebut sama sekali tidak mewakili Gerindra dan tidak mengatasnamakan Gerindra. Beliau Pak Arief Puyouno juga sudah lama tidak diperkenankan berbicara mengatasnamakan Gerindra," tegas Habibukrokhman dalam akun twitternya. 

Habibukrohman pun mengatakan Arief akan segera mendapatkan sanksi dari Majelis Kehormatan partai atas pernyataannya itu. Arief akan segera dipanggil Majelis Kehormatan Partai. 

"Sanksi untuk Arief Poyuono akan diproses dan diputus secara internal di Majelis Kehormatan DPP. Secara pribadi saya akan panggil dan nasihati dia hari ini agar menyadari kesalahannya," ucap Habiburokhman. 

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade menyebut Dewan Kehormatan Partai berencana akan memanggil Arief pada Selasa (23/6). Dia mengatakan pernyataan Arief soal isu kebangkitan PKI sangat merugikan dan dikhawatirkan dapat merusak citra partai yang diketuai Prabowo Subianto itu. 

"Pak Arief sudah berulang kali yang bersangkutan bikin pernyataan yang meresahkan merugikan partai, persepsi publik kepada partai padahal kita harus sesuai dengan AD/ART, aturan dan arahan pimpinan partai. Jika punya kesalahan atau laporan tentang kita, tentu Mahkamah Kehormatan Partai lakukan pemanggilan ke kita," kata dia kepada kumparan, Sabtu (20/6). 

Belakangan, Arief mengaku dirinya enggan memenuhi panggilan Majelis Kehormatan Partai karena menganggap pernyataannya adalah fakta. Menanggapi itu, Andre mengatakan apabila Arief tak kooperatif, sebaiknya Mahkamah Kehormatan memberikan sanksi pemecatan. 

"Menurut saya ini seakan tidak mau ikut aturan partai, kalau begitu, saya usulkan kalau tidak kooperatif beri sanksi pemecatan saja. Sekali lagi apa pun keputusan domain Mahkamah Kehormatan Partai, sebagai kader wajib kalau taat patuh kepada partai wajib penuhi undangan partai. Baik merasa salah ataupun tidak, wajib datang jelaskan," tutur dia. 
"Hidup berpartai harus ikut AD/ART aturan partai bukan gue, gue, lu, lu. Kalau mau aturan sendiri enggak ikut partai, lebih baik berikan sanksi tegas karena ini meresahkan," tegas Andre.
Sumber : Kumparan

Posting Komentar untuk "Karena isu PKI, Petinggi Gerindra Arief Poyuono Terancam Dipecat"

Berlangganan via Email