Kasus Corona Jatim Tinggi, Tenaga Kesehatan Bertumbangan

Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ruangberita7.com - Jakarta,Kasus Covid-19 di Jawa Timur semakin tinggi. Pada Sabtu (20/6), provinsi Jawa Timur kembali menduduki peringkat pertama penambahan kasus positif Covid-19 paling banyak di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data pemerintah pusat, ada 394 kasus positif baru di provinsi tersebut. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Jawa Timur mencapai 9.451 hingga Sabtu (20/6). Angka itu menjadikan Jatim tertinggi kedua setelah DKI Jakarta dengan kumulatif 9.829 kasus.

Pasien sembuh di Jatim sendiri bertambah 102 orang, dengan total telah ada 2.664 yang sembuh dari infeksi virus corona.

Jumlah pasien yang meninggal dunia di Jatim, tercatat bertambah sebanyak 20 orang sehingga jumlah kumulatifnya yakni 698 orang.

Angka kasus ini diikuti dengan laporan tenaga kesehatan yang ikut bertumbangan. Pada Sabtu malam, sebanyak 22 dokter residen peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Airlangga (Unair) dilaporkan terinfeksi virus corona. Ke-22 orang tersebut bertugas di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Pada Sabtu pagi, terkonfirmasi sudah tiga tenaga kesahatan termasuk dua perawat dan satu orang dokter meninggal dunia di Sidoarjo karena terinfeksi virus corona Covid-19.

Gatot Purwanto, seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo, Jawa Timur, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di ruang isolasi.

"Total yang terpapar 59 orang, dan yang meninggal dunia sudah tiga orang, dua perawat dan satu dokter," kata Syaf Satriawarman, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dikutip dari Antara.

Wakil Ketua Gugus Tugas COVID-19 Sidoarjo Kombes Pol Sumardji lantas mengatakan kematian tenaga kesehatan menunjukkan bahwa COVID-19 sama sekali tidak bisa diremehkan.

"Masihkah masyarakat menganggap virus ini tidak berbahaya?" katanya.

Menurut data pemerintah, sampai sekarang jumlah akumulatif pasien COVID-19 di Sidoarjo sendiri sebanyak 1.129 orang, sementara orang dalam pemantauan berjumlah 1.280 orang (ODP) dan 642 pasien dalam pengawasan (PDP).

Dalam catatan CNNIndonesia, Gatot adalah dokter kesembilan di Jawa Timur yang meninggal karena Covid-19.

Sebelumnya, Deny Dwi Yuniarto, dokter di Kabupaten Sampang juga meninggal dunia pada Senin (15/6) karena terinfeksi corona, sementara Dokter Dibyo Hardianto yang merupakan pengurus IDI cabang bangkalan berpulang pada Minggu (14/6).

Sementara Dokter spesialis parasitologi RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Machfud, meninggal pada Jumat (12/6). CNN

Posting Komentar untuk "Kasus Corona Jatim Tinggi, Tenaga Kesehatan Bertumbangan"

Berlangganan via Email