Kemdikbud : PPDB 2020 Dilaksanakan secara Daring, Begini Mekanismenya

com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim saat melakukan konferensi Dana BOS 2020, Senin (10/2). Foto: dok. kemdikbud.go.id

Ruangberita7.com - Kemendikbud akan memulai tahun ajaran 2020/2021 pada minggu ketiga bulan Juli 2020. Namun, adanya pandemi COVID-19 menyebabkan diterapkannya sejumlah penyesuaian.  

Merujuk Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19, PPDB 2020 dilakukan secara daring atau online. Tujuannya, agar prosesnya lebih transparan, fleksibel, dan akomodatif. 

Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Hamid Muhammad, mengatakan mekanisme PPDB 2020 sejatinya sama seperti tahun sebelumnya. Hanya saja pada tahap pengumuman pendaftaran peserta didik baru ditentukan Kemendikbud. 

"Kalau dulu kan tidak ditentukan, kapanpun daerah boleh menetapkan sendiri pengumuman pendaftaran. Tapi pada tahun ini, Kemendikbud sudah menetapkan pelaksanaan pengumuman pendaftaran peserta didik baru paling lambat minggu pertama bulan Mei. Selanjutnya tahapannya sama saja," ujar Hamid dalam siaran Bincang Sore via kanal YouTube Kemendikbud RI, Selasa (2/6)  

Terkait pelaksanaannya, Kemendikbud telah menetapkan tahapan PPDB 2020 dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Selengkapnya dapat dilihat dalam rincian berikut: 

com-Penyesuaian tahapan PPDB 2020 dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. Foto: Dok. Kemendikbud

1. Pengumuman Pendaftaran 
Jika sebelumnya pengumuman pendaftaran dilakukan oleh sekolah dan tidak ada tenggat waktu, tahun ini tahap tersebut dilakukan secara terbuka oleh pemerintah daerah dengan waktu paling lambat pada minggu pertama bulan Mei. 

* Pengumuman pendaftaran penerimaan calon peserta didik baru dilakukan oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah dan swasta yang menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). 
* Pengumuman pendaftaran meliputi persyaratan calon peserta didik, tanggal pendaftaran, jalur pendaftaran, jumlah daya tampung yang tersedia sesuai dengan data Rombongan Belajar dalam Dapodik, dan tanggal penetapan pengumuman hasil proses seleksi PPDB 2020. 

2. Pendaftaran 
* Pendaftaran PPDB 2020 dilaksanakan secara daring dengan mengunggah dokumen persyaratan yang dibutuhkan ke laman pendaftaran PPDB 2020. 
* Pelaksanaan mekanisme daring menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. 
Jika tidak memungkinkan dilaksanakan secara daring, PPDB 2020 dapat dilaksanakan dengan tatap muka (metode luring) dengan melampirkan fotokopi dokumen persyaratan yang dibutuhkan. 

3. Proses seleksi 
A. Kelas 1 SD 
Seleksi jalur zonasi dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali untuk calon peserta didik baru kelas 1 SD mempertimbangkan usia dan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah. 
Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7-12 tahun dengan domisili dalam wilayah zonasi yang telah ditetapkan. 

Jika usia antar calon peserta didik sama, penentuan peserta didik didasarkan pada jarak tempat tinggal yang terdekat dengan sekolah. 

Seleksi calon peserta didik baru kelas 1 SD tidak boleh dilakukan berdasarkan tes membaca, menulis, dan berhitung. 

B. Kelas 7 SMP dan 10 SMA 
Seleksi calon peserta didik baru kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat dengan sekolah. 

Jika jarak tempat tinggal antar calon peserta didik sama, proses seleksi menggunakan usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan surat keterangan lahir atau akta kelahiran. 

C. Kelas 10 SMK 
Seleksi calon peserta didik baru kelas 10 SMK tidak menggunakan jalur pendaftaran PPDB 2020, tetapi mempertimbangkan nilai UN, hasil tes minat bakat sesuai bidang keahlian, dan penghargaan di bidang akademik maupun nonakademik sampai tingkat internasional dengan memprioritaskan calon peserta didik yang berdomisili di wilayah provinsi atau kabupaten/kota yang sama dengan SMK yang bersangkutan.

D. Daya tampung jalur zonasi 
Pada PPDB 2020, Kemendikbud memberikan persentase kuota didik jalur zonasi minimal 50 persen. 

Sekolah wajib melaporkan kelebihan calon peserta didik kepada dinas pendidikan apabila memiliki jumlah calon peserta didik yang melebihi daya tampung. Sehingga dinas pendidikan dapat menyalurkan kelebihan calon peserta didik pada sekolah lain dalam wilayah zonasi yang sama. 

Jika daya tampung sekolah lain pada wilayah zonasi yang sama tidak tersedia, peserta didik disalurkan ke sekolah lain dalam wilayah zonasi terdekat dan dapat melibatkan satuan pendidikan swasta yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan pemerintah daerah. 
Dalam pelaksanaan PPDB, sekolah yang diselenggarakan pemerintah daerah tidak boleh menambah jumlah rombongan belajar dan ruang kelas baru. 

E. Daya tampung jalur afirmasi dan perpindahan tugas orang tua/wali 
Pada PPDB 2020, Kemendikbud memberikan persentase kuota didik jalur afirmasi minimal 15 persen dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. 

Jika daya tampung tidak mencukupi, seleksi calon peserta didik baru dapat dilakukan berdasarkan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah. 

F. Daya tampung jalur prestasi 
Pada PPDB 2020, sisa dari kuota jalur zonasi, afirmasi, dan perpindahan tugas orang tua wali dapat digunakan untuk jalur prestasi. 

Jika daya tampung tidak mencukupi, seleksi calon peserta didik baru dapat dilakukan berdasarkan penentuan peringkat nilai prestasi oleh sekolah. 

4. Pengumuman penetapan peserta didik baru 
Pengumuman penetapan peserta didik baru dilakukan sesuai dengan jalur pendaftaran dalam PPDB 2020 atau hasil rapat dewan guru yang dipimpin dan ditetapkan melalui keputusan kepala sekolah. Jika keputusan kepala sekolah belum definitif, penetapan peserta didik baru dapat dilakukan oleh pejabat yang berwenang. 

SMK dapat melakukan proses seleksi khusus yang dilakukan sebelum tahap pengumuman penetapan peserta didik baru. 

Selanjutnya, calon peserta didik yang telah diterima dapat melakukan daftar ulang dengan menunjukkan dokumen asli yang dibutuhkan sesuai dengan persyaratan. 

com-Lebih Tahu tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. Foto: Dok. Kemendikbud

Meski tahun ajaran baru tetap dilaksanakan pada bulan Juli, Kemendikbud tetap mengimbau sekolah untuk melakukan metode pembelajaran secara daring. Hamid menjelaskan dimulainya tahun ajaran baru tidak sama maknanya dengan memulai kembali pembelajaran tatap muka. 

"Yang menentukan daerah boleh melakukan pembelajaran secara tatap muka atas rekomendasi Gugus Tugas COVID-19. Jadi tidak bisa serta merta pemerintah daerah itu langsung menentukan sendiri," kata Hamid. 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai PPDB 2020 dan penyesuaiannya di masa pandemi, Anda dapat cek Infografis PPDB 2020 atau menyaksikan siaran Bincang Sore secara daring di channel YouTube Kemendikbud RI berikut ini.
Sumber : Kumparan

Posting Komentar untuk "Kemdikbud : PPDB 2020 Dilaksanakan secara Daring, Begini Mekanismenya"

Berlangganan via Email