Lebih dari 1.000 Pekerja di Rumah Potong Hewan Terlular Virus Corona
  • Jelajahi

    Copyright © Ruang Berita 7
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Bola

    Lebih dari 1.000 Pekerja di Rumah Potong Hewan Terlular Virus Corona

    Minggu, 21 Juni 2020, 5:54 AM WIB Last Updated 2020-06-20T22:54:14Z
    Ilustrasi pedagang daging. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

    Ruangberita7.com - Lebih dari 1.000 karyawan di rumah potong hewan Toennies di Jerman dinyatakan positif virus corona. Otoritas kesehatan setempat bergerak cepat dan memerintahkan lebih dari 6.500 karyawan lain dan keluarganya dikarantina. 

    Dilansir Reuters, meski penanganan krisis penyebaran virus corona merupakan salah satu yang sukses di Eropa, penyebaran virus di rumah jagal beberapa kali ditemukan di Jerman. Sebab, kerap pegawainya merupakan imigran, dan tinggal di mess perusahaan yang padat. 

    Dalam konferensi pers pada Sabtu (20/6), pemilik perusahaan dagang tersebut, Clemens Toennies, mengatakan wabah sangat berdampak pada perusahaannya. Terlebih pihak berwenang telah menangguhkan operasinya untuk mengendalikan penyebaran virus. 
    "Sebagai perusahaan, kami pikir kami telah melakukan segalanya dengan benar," kata Toennies. 

    Seorang pria menggunakan masker berjalan di Cologne, Jerman. Foto: REUTERS / Thilo Schmuelgen

    Ia pun menambahkan, bahwa perusahaannya telah berjuang untuk mengumpulkan data pribadi karyawan dan kontraktor sehingga pihak berwenang dapat melakukan tracing atas penyebaran virus tersebut. 

    “Sebagai pengusaha saya hanya bisa minta maaf. Kami telah menyebabkan ini dan bertanggung jawab penuh untuk itu,” kata Toennies. 

    Wabah corona di dekat kota Gutersloh, North Rhine Westphalia ini, pertama kali dilaporkan pada Rabu (17/6) dengan angka 400 pekerja positif corona. Jumlah bertambah pada dua hari berselang menjadi 803 dan naik pada Sabtu jadi 1.029 jiwa.
    Sumber : Kumparan
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Iklan

    Terkini

    trending

    +