Listrik Naik, Mardani PKS Ingatkan Pemerintah: Ini Sebuah Kejahatan

Mardani Ali Sera

Ruangberita7.com-Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera melontarkan kritik pedas kepada pemerintah terkait kenaikan tagihan listrik bulan Juni 2020.

Mardani lalu mengungkit janji pemerintah yang pernah menyebut tidak akan menaikkan tarif dasar listrik.

“Semua hendaknya menyayangi rakyat yang sedang susah. Jangan ada tindakan pemerintah yang melukai hati rakyat,” ujarnya kepada jpnn.com, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, kenaikan tagihan listrik yang terjadi saat ini adalah kurang tepat.

Pasalnya, saat ini, rakyat tengah susah lantaran akibat dari pandemi wabah corona atau Covid-19.

“Menaikkan tarif (tagihan, red) saat rakyat susah itu adalah sebuah kejahatan,” tegasnya.

Karena itu, anak buah Sohibul Iman ini mendesak pemerintah dan PLN memberikan penjelasan atas keluhan masyarakat.

Menurutnya, ketika masyarakat ‘berteriak’, maka telah terjadi sesuatu.

Dengan demikian, semestinya ada pilihan lain yang bisa diambil agar tak semakin memberatkan masyarakat di akibat wabah Covid-19.

“Jika keluhannya massal maka ada sesuatu. Para akademisi dan peneliti bisa turut membantu menjelaskan fenomena ini hingga ada second opinion,” katanya.

Karena itu, legislator dapil II Jakarta ini mendesak perusahaan setrum milik negara itu agar buka-bukaan data ke publik.

Selain itu, Mardani juga mendesak agar membukakan pintu masuk kepada tim independen untuk menilai.

Alasannya, kata Mardani, ada dua pendapat yang berbeda terkait tagihan listrik.

“Maka data harus dibuka ke publik dan biarkan tim independen menilai. Ombudsman bisa dilibatkan dan para pakar dapat membantu,” desaknya.

PLN Bantah Listrik Naik

Masyarakat menjerit setelah mengetahui tagihan listrik bulan Juni. Pasalnya, tagihan yang harus dibayarkan tiba-tiba melonjak dibanding bulan Mei.

Akan tetapi, perusahaan setrum milik negara membantah menaikkan tarif dasar listrik.

Sebaliknya, kenaikan tagihan listri bulan ini merupakan dampak dari penghitungan rata-rata pada tiga bulan terakhir saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Demikian disampaikan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril dikutip dari Antara, Sabtu (6/6) kemarin.

“Tidak ada kenaikan tarif listrik, tapi memang ada kenaikan konsumsi listrik selama kebijakan PSBB yang dihitung menggunakan skema rata-rata tiga bulan sebelumnya,” kata Bob.

Bob mengungkap, kebanyakan pelanggan akan mengalami tagihan Juni melonjak lebih dari 20 persen daripada Mei 2020.

Hal ini akibat penagihan menggunakan rata-rata tiga bulan terakhir sehingga kenaikannya akan dibayar sebesar 40 persen pada Juni.

Kemudian untuk mengurangi lonjakan kenaikan, sisanya yaitu 60 persen-nya dibagi rata dalam tagihan bulan ke depan.

Diharapkan, skema tersebut dapat mengurangi keterkejutan sebagian pelanggan yang tagihannya meningkat tajam.

Dalam dua bulan terakhir, sebagian pelanggan PLN yang jumlah totalnya sekitar 75 juta, rekening bulanannya dihitung dari rata-rata 3 bulan terakhir pemakaian, akibat pemberlakuan PSBB di beberapa wilayah sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Pada tagihan listrik bulan April dan Mei, sebagian pelanggan ditagih pembayarannya menggunakan rata-rata tiga bulan sebelumnya tersebut.

PLN mengatur kenaikan lonjakan tagihan pada bulan Juni maksimum 40 persen dari tagihan bulan sebelumnya supaya tidak memberatkan konsumen.

Sisa tagihan yang belum terbayar di bulan Juni atau 60 persen dari lonjakan tagihan akan dibagi rata dalam 3 bulan ke depan.

PLN juga terus melakukan pengecekan ulang terhadap pelaksanaan pemberian subsidi pembebasan tagihan listrik untuk pelanggan golongan Rumah Tangga, Bisnis Kecil, dan Industri Kecil berdaya 450 VA dan diskon 50 persen bagi pelanggan Rumah Tangga 900VA Bersubsidi.

Pengecekan tersebut dilakukan dari bulan ke bulan, untuk memastikan bahwa stimulus kelistrikan yang diberikan oleh pemerintah tersebut benar-benar tepat sasaran.



Posting Komentar untuk "Listrik Naik, Mardani PKS Ingatkan Pemerintah: Ini Sebuah Kejahatan"

Berlangganan via Email