Okupansi Hotel di Yogyakarta Mulai Naik di Tengah Corona

Okupansi hotel di Kota Yogyakarta mulai naik ke kisaran 35 persen pada akhir pekan. Ilustrasi. (Istockphoto/DragonImages).
Ruangberita7.com - Okupansi hotel di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai merangkak setelah babak belur dihantam pandemi virus corona. Kenaikan terutama terjadi pada akhir pekan.
"Pada akhir pekan, mulai Jumat, Sabtu, dan Minggu, okupansi hotel bintang bisa mencapai 35 persen, terutama untuk sektor tengah. Ini terjadi pada akhir pekan lalu," kata Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Dedy Pranawa Eryana di Yogyakarta, Kamis.

Sedangkan untuk hotel nonbintang, okupansi pada akhir pekan masih cukup rendah yaitu lima hingga 10 persen. Angka itu masih jauh di bawah normal.

Menurut Deddy, pengelola hotel menempuh berbagai upaya untuk menaikkan okupansi kamar. Misalnya, memberikan harga promo pada akhir pekan. Imbasnya, harga kamar pada akhir pekan justru lebih rendah dibanding hari lainnya.

"Kami sedang mencoba mengetes animo pasar pada masa sekarang ini. Meskipun okupansi belum membaik, tetapi kami mencoba untuk terus mem-branding bahwa ada hotel yang sudah mulai beroperasi kembali," katanya.

PHRI DIY menduga okupansi hotel belum membaik karena banyak layanan transportasi umum yang belum beroperasi secara penuh, seperti kereta api dan pesawat terbang.

"Tamu yang menginap pun rata-rata berasal dari wilayah di sekitar DIY. Bahkan, banyak dari dalam DIY. Mungkin masyarakat ingin menghilangkan kejenuhan setelah beberapa waktu beraktivitas dari rumah," katanya.

Kendati demikian, Deddy mengatakan sudah banyak wisatawan dari luar daerah yang menanyakan apakah objek wisata dan hotel di DIY sudah kembali beroperasi.

"Bahkan ada yang sudah mengajukan reservasi, misalnya dari Lampung, Sukabumi dan Kalimantan. Tetapi kami jelaskan bahwa belum banyak objek wisata yang buka sehingga mereka memundurkan jadwal kunjungan," katanya.

Saat ini, lanjut dia, dari 400 hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI DIY, sebanyak 63 di antaranya sudah kembali beroperasi dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat.

"Jika tidak memenuhi protokol kesehatan, maka tempat usaha tersebut tidak boleh dibuka," katanya.

DIY sendiri menerapkan masa tanggap darurat covid-19 hingga 30 Juni 2020. Jika Pemerintah DIY memperpanjang masa tanggap darurat covid-19, ia mengusulkan beberapa obyek wisata di Kota Gudeg itu tetap dibuka.

"Kami berharap ada dukungan dari pemerintah karena banyak pelaku usaha hotel dan restoran yang sudah 'pingsan' atau bahkan hampir mati. Kami ingin kegiatan ekonomi tetap berjalan seiring dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," katanya. CNN

Posting Komentar untuk "Okupansi Hotel di Yogyakarta Mulai Naik di Tengah Corona"

Berlangganan via Email