Panjang Tanpa Keras, Percuma!

dr Boyke

Ruangberita7.com-Beberapa hari terakhir Pembatasan sosial berskala besar PSBB dibeberapa daerah diperpanjang. Hal itu, sepertinya tidak sejalan dengan kebijakan yang diambil pemerintah pusat.

Namun, perpanjangan tersebut mengundang berbagai reaksi dari masyarakat. Ini tidak lain karena penerapan yang dilakukan pemerintah semakin longgar.

Apalagi berhembus kabar mengenai Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 yang diterbitkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 membuat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) menjadi longgar.

Pemerintah membantah terkait edaran tersebut yang disampaikan melalui juru bicara penanganan Covid-19 Yuri menegaskan, surat edaran tersebut tidak ditujukan untuk menghilangkan makna PSBB sebagai cara menekan penyebaran Covid-19.

"Salah satu perangkat Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 dari Gugus Tugas ini dalam rangka untuk mengatur pembatasan itu, bukan untuk menghilangkan pembatasan itu," kata Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat sore.

Meskipun begitu, tetap saja pelaksanaan PSBB dirasa masyarakat terlalu longgar. Hal ini terlihat dari aktivitas ekonomi dan interaksi masyarakat yang mulai biasa. Hal ini tidak lepas dari wacana new normal yang akan diterapkan oleh pemerintah.

Bahkan lelucon Mahfud MD yang mengatakan "corona is like your wife" menjadi gambaran terkait sikap pemerintah dalam menangani pandemi covid-19 ini.

Meskipun kabar DKI Jakarta memperpanjang PSBB hingga 18 Juni 2020 hingga berita ini ditulis adalah hoaks belaka, kebijakan memperpanjang PSBB telah dilakukan berbagai daerah dan mengundang reaksi dari beberapa masyarakat tak terkecuali dokter Boyke.

Dalam sebuah acara dr Boyke memberikan komentar terkait perpanjangan pelaksanaan PSBB.

"PSBB, PSBB diperpanjang, tapi juga harus dikerasin. Kalau panjang tanpa keras percuma." ungkap dokter Boyke.


(mamad/ruangberita7)

Posting Komentar untuk "Panjang Tanpa Keras, Percuma!"

Berlangganan via Email