Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang IV Kembali Diundur

Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Ruangberita7.com - Pembukaan Kartu Prakerja gelombang IV dipastikan diundur. Padahal sebelumnya pembukaan ini dijanjikan usai Idul Fitri atau 26 Mei 2020.  

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Prakerja, Denni Puspa Purbasari meminta maaf tak bisa menepati janjinya. Menurutnya, saat ini manajemen tengah mereview pelaksanaan Kartu Prakerja selama tiga gelombang.

"Teman-teman sekalian yang mendengar program ini, pertama-tama saya minta maaf dengan segala kerendahan hati, meminta maaf bahwa saya waktu itu mengatakan setelah Lebaran, tetapi saya harus mengatakan bahwa komite saat ini sedang melakukan review bersama dengan lembaga-lembaga pengawas," kata Denni dalam video conference, Senin (8/6). 

Denni pun meminta masyarakat untuk sabar menunggu pembukaan gelombang IV Kartu Prakerja. Namun dia menjanjikan, pembukaan akan segera dibuka usai review Kartu Prakerja selesai dilaksanakan. 

Ilustrasi daftar kartu Prakerja. Foto: Dicky Adam Sidiq/kumparan

Meski demikian, Denni masih enggan menjelaskan kapan tepatnya pembukaan gelombang IV Kartu Prakerja.  

"Jadi sabar bawa ini sedang berproses. Nanti juga Insyaallah tidak lama lagi program keempat akan dirilis," jelasnya.

Denni sebelumnya menyebut pembukaan gelombang keempat Kartu Prakerja akan dilakukan pada 26 Mei 2020.  

Namun untuk hal teknis seperti kuota hingga waktu penutupan masih belum dipastikan. Sebab, masih menunggu keputusan dari Komite Kartu Prakerja yang dikoordinatori oleh Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto. 

"Kita akan buka setelah Lebaran tanggal 26 Mei 2020 kita buka (gelombang IV), tapi (informasi) kita tutup dan berapa kuotanya, kita akan tunggu Komite Prakerja," ujar Denni dalam Live IG Prakerja.go.id pada Selasa (19/5). 

Sementara itu, pihaknya juga menekankan agar calon peserta yang bersiap untuk mendaftar agar memperhatikan berbagai petunjuk dan persyaratan agar tidak mengalami kegagalan. Mulai dari teknis berfoto, NIK yang sinkron hingga e-wallet yang digunakan untuk pencairan. 

"Kami sekali lagi melayani jutaan orang, jadi kami minta kerja samanya. Agar pelayanan cepat dan lancar," ujarnya. 

Pemerintah telah mulai menjalankan program Kartu Prakerja sejak 11 April 2020 lalu. Peserta mendapatkan paket biaya pelatihan Rp 1 juta yang dapat digunakan untuk mengikuti pelatihan satu kali atau lebih di platform digital yang sudah menjadi mitra dalam program. Peserta lantas bisa memilih berbagai pelatihan yang bisa diikuti. 

Setidaknya terdapat lebih dari 2.000 jenis pelatihan yang tersedia di program kartu prakerja. Dari ribuan jenis pelatihan tersebut beragam pelatihan yang diminati peserta, dengan harga beragam yakni mulai dari Rp 24.000 hingga Rp 1,5 juta. 

Rencananya bakal ada 30 gelombang pendaftaran program Kartu Prakerja dilaksanakan hingga akhir tahun ini. Dari jumlah itu, setidaknya ada 5,6 juta pendaftar yang menerima manfaat Kartu Prakerja.
Sumber : Kumparan

Posting Komentar untuk "Pembukaan Kartu Prakerja Gelombang IV Kembali Diundur"

Berlangganan via Email