Penerimaan Mahasiswa Baru Secara Online Agar Tidak Merugikan Warga

Universitas Negeri Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji meminta Perguruan Tinggi tidak mendatangkan calon mahasiswa ke Kota Malang, tetapi disarankan berlangsung secara daring (online) atau portofolio. Sehingga tidak terjadi gelombang calon mahasiswa yang berbondong-bondong mendaftarkan diri ke Kota Malang yang justru akan menjadi sarana penyebaran Covid-19.

"Rekomendasi pada sore ini menyarankan daring atau dengan portofolio. Karena kita sedang darurat," kata Sutiaji dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama rektor dan akademisi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Kamis (11/6).

Ratusan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta berada di Kota Malang yang setiap tahun didatangi calon mahasiswa dari berbagai daerah. Ratusan ribu mahasiswa biasanya berdatangan ke Kota Malang mengikuti tes di masing-masing kampus.

Sementara tahun ini penerimaan mahasiswa baru berlangsung dalam suasana pandemi Covid-19. Sehingga dikhawatirkan, mobilitas calon mahasiswa baru akan terjadi penyebaran Covid-19.

Kota Malang sendiri saat ini masih berusaha bebas dari Covid-19. Data Per 11 Juni 2020, warga positif Covid-19 bertambah 12 orang menjadi 85 orang. Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 276 orang dan 22 orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 933 orang dan Orang Dalam Resiko (ODR) sebanyak 2.399 Orang, dengan Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 487 orang.

Sutiaji menegaskan kondisi new normal memang tidak ideal seperti pada tahun sebelum pandemi Covid-19. Seleksi mahasiswa baru sendiri merupakan sesuatu yang penting dalam mendapatkan calon mahasiswa baru berkualitas dan berkompetensi dasar sesuai dengan standar.

Perwakilan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Prof. Dyah Sawitri menyampaikan, PTS mempunyai konsep sama dan komitmen tidak merugikan masyarakat Kota Malang. Rekruitmen mahasiswa baru memiliki tata cara sendiri di masing-masing kampus, salah satunya secara online atau daring.

"Salah satunya secara online atau daring," tegas Prof Dyah yang juga Rektor Universitas Gajayana Malang itu.

Ketua Tim Pertimbangan Percepatan Pembangunan Daerah Kota Malang, Prof. Muhammad Bisri menegaskan bahwa penerimaan mahasiswa baru dalam kondisi pandemi sekarang ini bersifat darurat.

Penerimaan mahasiswa baru jalur SMM PTN (Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dikelola Pemerintah Pusat di Jakarta. SBM PTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sifatnya juga dikelola oleh Pemerintah Pusat.

"Atas dasar dari rapat ini diimbau pelaksanaannya tidak mendatangkan calon mahasiswa. SBM PTN memang dari kantor pusat, tetapi mestinya bisa," kata mantan rektor Universitas Brawijaya (UB) itu

Posting Komentar untuk "Penerimaan Mahasiswa Baru Secara Online Agar Tidak Merugikan Warga"

Berlangganan via Email