Pengantin Covid dan Sajak Lainnya Karya Dedi Saputra

Ilustasi  Pernikahan: wijatnikaika.id

Sajak Pengantin Covid

Telah kubasuh sekujur tubuhku
sebelum esok memelukmu

telah kusimpan dalam-dalam suara batukku
untuk besok mengucap janji di depan penghulu

jangan berharap tamu,
kecemasan telah jadi hantu yang menghalangi temu

telah kudamaikan sesak nafasku
"Ayo, tak perlu menangis di sudut kelambu, cinta butuh segera dipadu di malam cemas yang membatu."


Jambi, Juni 2020



Ilustrasi: Ayah dan Anak (alagraph.com)

Sajak Ayah

Nak, telah kucangkulkan 
sepenggal kasih untuk
kau berladang kelak

Nak, telah kuperam seikat cinta
untuk kau nikmati nanti
di senja batang usia

Nak, telah kugali sumur bening
untuk kau membasuh diri dari segala alfa
di kala kau mengimpan dosa

Nak, telah kugelar doa sepanjang usia agar kau tahu bahwa ayahmu adalah sumber kasih tak berkesudahan


Jambi, Juni 2020


Ilustrasi: Berdua Saja (pixabay.com)

Berdua Saja

kemarin kita menakar detik yang
berserakan di punggung jam.
Menghitung bulir-bulir asa yang tanggal
sebelum waktunya.
Merapikan kenang yang buru-buru berlalu
atau sekedar menempel rencana-rencana yang sobek.
Kemarin, kita berdua saja: memahami bahwa waktu
adalah sesuatu yang sudah semestinya dihabiskan berdua saja.


Jambi, 2020

Tentang Penulis: 


Dedi Saputra, bekerja apa saja di masa pandemik corona ini. Pria yang satu ini tidak tahan godaan kalau melihat buku baru.

3 komentar untuk "Pengantin Covid dan Sajak Lainnya Karya Dedi Saputra"

Posting Komentar

Berlangganan via Email