Perselingkungan dan Penganiayaan Meningkat di Manokwari Saat Pendemi Corona

ilustrasi kekerasan  dalam rumah tangga

Ruangberita7.com-Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung pada penganiayaan meningkat di Manokwari, Papua Barat, saat pendemi corona.
Rata-rata, kasus KDRT yang dilaporkan ke polisi diakibatkan karena hadirnya orang ketiga atau disebabkan karena perselingkuhan.
Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Musa Jedi Permana menuturkan kali ini, kasus penganiayaan KDRT bukan hanya disebabkan oleh minuman keras, namun adanya orang ketiga dalam hubungan rumah tangga.
Data dari kepolisian setempat menyebutkan pada bulan Maret terdapat 64 kasus kriminalitas, dengan rincian 13 kasus penganiayaan, satu diantaranya adalah kasus penganiayaan KDRT.
Lalu pada bulan April terjadi 54 kasus kriminal, dengan rincian 9 kasus penganiayaan umum. Kemudian pada bulan Mei, terjadi 60 kasus kriminal, dengan rincian 9 kasus penganiayaan dan 2 kasus diantaranya adalah penganiayaan KDRT.
"Dalam hitungannya, kasus penganiayaan KDRT ini meningkat selama pandemi corona," katanya, Jumat (19/6).
Lanjut AKP Musa, saat ini ada 2 kasus penganiayaan KDRT yang sedang disidangkan di pengadilan.
Sementara itu, rata-rata kasus penganiayaan umum disebabkan karena kesalahpahaman. Pihaknya berharap masyaraat dapat menjaga tingkat laku dalam berkomunikasi, serta mampu mengendalikan diri. 
"Kami juga menilai kasus penganiayaan akibat kesalahpahaman juga dikarenakan adanya himpitan ekonomi saat COVIS-19 yang banyak menimbulkan rasa cepat tersinggung dan berakibat pada kemarahan seseorang," jelasnya. 
Dengan meningkatkan kasus penganiayaan ini, maka kepolisian setempat rutin melakukan kegiatan patroli. (Kumparan)


Posting Komentar untuk "Perselingkungan dan Penganiayaan Meningkat di Manokwari Saat Pendemi Corona"

Berlangganan via Email