Rancangan PKPU : Kampanye Tak Boleh dengan Konser Musik hingga Bazar

Penggemar grup musik Slank membawa atribut bendera di lokasi kampanye akbar. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Ruangberita7.com - KPU menggelar uji publik virtual terhadap rancangan peraturan KPU (PKPU) untuk pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.  

Dalam kesempatan itu, Komisioner KPU I Dewa KadeWiarsa Raka Sandi menjelaskan sejumlah tahapan Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan virus corona, salah satunya tahapan kampanye.

Dalam rancangan PKPU, Raka Sandi menyebut terdapat metode kampanye yang dilarang untuk diadakan calon kepala daerah. Seperti menggelar kegiatan kebudayaan berupa pentas seni hingga konser musik.

"Partai politik atau gabungan partai politik, pasangan calon tertentu dan atau tim kampanye dilarang melaksanakan metode kampanye, kegiatan kebudayaan, berupa pentas seni, panen raya, dan/atau konser musik," ucap Raka dalam uji publik virtual, Sabtu (6/6). 

Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Selain itu, Raka menjelaskan calon kepala daerah juga tak diperbolehkan untuk mengadakan kegiatan olahraga seperti jalan santai. Selain itu, selama kampanye Pilkada tak diizinkan untuk mengadakan perlombaan tertentu.

"Kegiatan olahraga berupa gerak jalan santai, dan/atau sepeda santai dan perlombaan (dilarang)," ucapnya.

Tak hanya itu, calon kepala daerah, kata Sandi, tak diperbolehkan untuk mengadakan kegiatan sosial seperti bazar dan donor darah. Hal itu, dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.


"(Metode kampanye yang dilarang) kegiatan sosial berupa bazar, donor darah, dan/atau hari ulang tahun," tutup Raka.
Sumber: Kumparan

Posting Komentar untuk "Rancangan PKPU : Kampanye Tak Boleh dengan Konser Musik hingga Bazar"

Berlangganan via Email