Sebaran 2.000 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Jatim Tertinggi Lewati DKI

Foto tertanggal 6 Mei 2020 menunjukkan penggali makam di pemakaman Pondok Ranggon, Jakarta Timur, mengubur korban meninggal Covid-19. Pondok Ranggon merupakan salah satu dari dua pemakaman khusus korban meninggal Covid-19 di Jakarta. Setidaknya ada 50 pekerja di pemakaman Pondok Ranggon, mereka bekerja 15 jam per hari, 7 hari per minggu, dan gaji bulanan Rp 4,2 juta. (AFP/ADEK BERRY)

Ruangberita7.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, hingga Kamis (11/6/2020) total ada 2.000 pasien yang meninggal dunia usia tertular Covid-19. Data ini diperoleh setelah pemerintah memastikan ada penambahan 41 pasien tutup usia. "Jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah 41 Sehingga total pasien meninggal dunia sebanyak 2.000 orang," ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Kamis sore.

Berdasarkan data yang dipaparkan Yuri, Jawa Timur menjadi provinsi dengan total kasus kematian tertinggi akibat Covid-19. Hingga 11 Juni, ada 553 pasien meninggal dunia setelah terjangkit Covid-19 di Jawa Timur. Sebelumnya pada Rabu (10/6/2020), total ada 530 pasien meninggal di Jawa Timur akibat penyakit yang sama. Jumlah kasus kematian di Jawa Timur pada hari ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan kasus kematian akibat Covid-19 di DKI Jakarta. Hingga Kamis ini, jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 di DKI Jakarta tercatat sebanyak 537 orang. Sebelumnya pada Rabu, DKI Jakarta mencatat 535 pasien meninggal akibat penyakit yang sama. Selain itu, secara berturut-turut ada tiga provinsi dengan jumlah kasus kematian tinggi yakni Jawa Barat (161 pasien meninggal), Kalimantan Selatan (112 pasien meninggal) dan Jawa Tengah (103 pasien meninggal).

Selain perkembangan jumlah pasien meninggal dunia, Yuri juga menyampaikan adanya penambahan kasus baru pasien positif Covid-19 hingga 11 Juni 2020. Menurut Yuri, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah hingga pukul 12.00 WIB, Kamis, ada penambahan 979 kasus baru Covid-19. "Sehingga secara akumulatif ada 35.295 kasus kasus positif Covid-19 (di Indonesia) sampai saat ini, " kata Yuri. Sementara itu, secara total penularan Covid-19 hingga saat ini terjadi 424 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.
Selain itu, Yuri menyampaikan ada tambahan pasien yang dinyatakan telah sembuh dari Covid-19. "Ada penambahan jumlah pasien sembuh sebanyak 507 orang. Sehingga secara akumulatif ada 12.636 pasien yang sembuh dari Covid-19 sampai saat ini, " tambah Yuri. Berikut ini sebaran pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di 34 provinsi: 

1. Jawa Timur: 553 pasien meninggal
2. DKI Jakarta: 537 pasien meninggal 
3. Jawa Barat: 161 pasien meninggal 
4. Kalimantan Selatan: 112 pasien meninggal 
5. Jawa Tengah: 103 pasien meninggal 
6. Sulawesi Selatan: 98 pasien meninggal 
7. Banten: 75 pasien meninggal 
8. Sumatera Utara: 56 pasien meninggal 
9. Sulawesi Utara: 52 pasien meninggal 
10. Sumatera Selatan: 46 pasien meninggal 
11. NTB: 31 pasien meninggal 
12. Kalimantan Tengah: 29 pasien meninggal 
13. Sumatera Barat: 29 pasien meninggal 
14. Maluku Utara: 20 pasien meninggal 
15. Kepulauan Riau: 16 pasien meninggal 
16. Lampung:11 pasien meninggal 
17. Maluku: 9 pasien meninggal 
18. DIY: 8 pasien meninggal 
19. Papua: 7 pasien meninggal
20. Gorontalo: 7 pasien meninggal 
21. Riau: 6 pasien meninggal 
22. Bali: 5 pasien meninggal 
23. Sulawesi Tenggara: 5 pasien meninggal 
24. Bengkulu: 4 pasien meninggal 
25. Kalimantan Barat: 4 pasien meninggal 
26. Sulawesi Tengah: 4 pasien meninggal
27. Kalimantan Timur: 3 pasien meninggal 
28. Sulawesi Barat: 2 pasien meninggal 
29. Papua Barat: 2 pasien meninggal 
30. Kalimantan Utara: 2 pasien meninggal 
31. Aceh: 1 pasien meninggal 
32. Bangka Belitung: 1 pasien meninggal 
33. NTT: 1 pasien meninggal 
34. Jambi: 0 
Total: 2.000 pasien meninggal


Posting Komentar untuk "Sebaran 2.000 Pasien Meninggal akibat Covid-19, Jatim Tertinggi Lewati DKI "

Berlangganan via Email