Semua berisiko! Anies : Penyebutan Zona Merah di Jakarta Sudah Tak Relevan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan cek kesiapan pembukaan Ancol. Foto: Pemprov DKI Jakarta

Ruangberita7.com - Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi, hampir seluruh sektor di Jakarta mulai dibuka kembali secara bertahap. Termasuk di antaranya ialah tempat wisata. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau langsung Ancol untuk memastikan kesiapan tempat wisata tersebut menjalankan protokol kesehatan ketika dibuka lagi. Anies juga meminta warga mematuhi protokol kesehatan ketika datang ke tempat wisata. 

Ketika ditanya kemungkinan adanya warga dari zona merah yang datang ke lokasi wisata, Anies menilai penyebutan zona merah sudah tidak relevan lagi. 

"Menurut saya enggak relevan lagi menyebut Jakarta zona merah, zona itu, karena sesungguhnya semua masih berisiko. Jadi jangan sampai ada kesan, 'saya tempatnya aman karena bukan zona merah'," kata Anies di kawasan Dufan, Jakarta Utara, Sabtu (13/6). 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pembicara di Cities Against COVID-19 Global Summit 2020-Virtual. Foto: Instagram/@aniesbaswedan

Dia mengatakan, semua tempat di Jakarta memiliki risiko penularan virus corona. Sehingga warga secara keseluruhan harus waspada. Bukan hanya warga warga dari RW yang masuk daftar pengendalian ketat. 

"Sesungguhnya di semua tempat masih ada risikonya, dan kita kemarin menyebutkan ada beberapa RW, itu bukan berarti seluruh RW. Itu adalah ada kasus di RW itu, dan sebagian dari RW itu warganya belum tentu interaksi sama tetangganya. Ada malah interaksinya sama kolega di kantor," jelasnya. 


"Jadi saya imbau pada semua, di mana pun Anda berada tetaplah waspada ikuti protokol kesehatan. Jangan pernah anggap kita sudah aman sekarang ini," lanjutnya.
Sumber : Kumparan


Posting Komentar untuk "Semua berisiko! Anies : Penyebutan Zona Merah di Jakarta Sudah Tak Relevan"

Berlangganan via Email