Tiga PSBB dan Jurus Transisi Anies Tekan Corona di Ibu Kota

Sumber: CNN
Ruangberita7- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperpanjang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah berjalan sejak 10 April lalu. Perpanjangan PSBB kali ini memasuki masa transisi.

dan menetapkan Juni sebagai masa transisi," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6).

DKI Jakarta merupakan wilayah pertama yang menerapkan PSBB. Pada tahap pertama, PSBB diterapkan selama 14 hari, yaitu pada 10-24 April.

Pada periode itu, grafik kasus positif Covid-19 di Jakarta masih terus mengalami kenaikan. Hal ini diketahui berdasarkan data laman pemantauan Covid-19 milik Pemprov DKI Jakarta.

Pada Rabu (22/4) Anies kemudian memutuskan untuk memperpanjang pemberlakuan PSBB. Selain pergerakan kasus positif Covid-19 yang masih bertambah, keputusan itu diambil karena Anies menilai masih banyak masyarakat yang tidak menaati aturan PSBB.

Padahal, menurut dia, pandemi dapat cepat selesai salah satunya dengan cara disiplin melaksanakan aturan-aturan dalam PSBB.

Jelang New Normal kemacetan sudah terjadi di jalan Mampang Prapatan. Jakarta Selatan. Selasa (02/6/ 2020). Pemerintah masih memberlakukan PSBB sampai dengan tanggal 4 Juni 2020. 
Sumber: CNN
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemudian memperpanjang PSBB selama 28 hari sampai 22 Mei.

Pada tahap kedua, Anies meminta warga lebih disiplin. Ia kemudian menerbitkan Pergub 41/2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan PSBB. Beleid tersebut menjadi dasar hukum untuk menerapkan sanksi bagi pelanggar aturan PSBB.

Jelang akhir tahap kedua, Anies kembali memperpanjang PSBB untuk ketiga kalinya, yaitu selama dua pekan mulai 22 Mei hingga 4 Juni.

Saat itu, kata Anies, PSBB tahap ketiga tersebut bisa jadi merupakan yang terakhir diterapkan di Jakarta.

"Bila kita melakukan kedisiplinan tetap di rumah dua minggu ke depan, InsyaAllah setelah dua minggu kita bisa keluar. InsyaAllah terakhir PSBB, setelah itu kita bisa kembali berkegiatan dengan kewaspadaan," kata Anies kala itu.

Namun, berdasarkan evaluasi yang dilakukan dan mengingat potensi penularan Covid-19 masih dapat terjadi, apalagi masih terdapat 66 RW yang rawan penularan Covid-19, Pemprov DKI kembali memperpanjang PSBB. Dia juga menetapkan Juni sebagai masa transisi.

Dalam masa transisi menuju masyarakat yang aman, sehat, dan produktif, Pemprov DKI Jakarta melakukan periode edukasi dan pembiasaan terhadap pola hidup sehat dan aman sesuai protokol Covid-19.

Pada masa PSBB transisi ini juga, dilakukan perluasan kegiatan sosial-ekonomi produktif. Restoran dan perkantoran diizinkan beroperasi kembali mulai 8 Juni, pusat perbelanjaan dan mal boleh beroperasi mulai 15 Juni.

Masa transisi dirancang dengan dua fase. Setiap fase berlaku satu bulan, dan bisa diperpanjang sesuai hasil pemantauan kondisi pengendalian wabah Covid-19.

Namun, kata Anies, dalam prosesnya gugus tugas bisa saja menghentikan masa transisi. Penghentian itu dilakukan jika ditemukan lonjakan kasus di wilayah Jakarta.

"Artinya semua ini kembali ditutup, kantor, toko, rumah ibadah tutup, kegiatan-kegiatan yang dilonggarkan bisa kembali tutup bila di tengah jalan kita menemukan angka yang mengkhawatirkan," kata dia.

Namun Anies juga mulai bicara soal fase kedua transisi di mana aturan lebih longgar lagi. Saat ini tempat ibadah dan tempat usaha memang sudah boleh dibuka secara bertahap. Namun dengan memperhatikan protokol kesehatan dan daya tampung maksimal 50 persen.Transportasi publik juga diperbolehkan beroperasi dengan hanya mengangkut separuh dari kapasitas.CNN

Posting Komentar untuk "Tiga PSBB dan Jurus Transisi Anies Tekan Corona di Ibu Kota"

Berlangganan via Email