Bunuh Virus Corona dengan Seuntai Kalung, Cuma Mimpikah?

Kalung Anti Corona yang Diproduksi Kementerian Pertanian
(foto: Kumparan)

Ruangberita7.com - Kementerian Pertanian (Kementan) membuat gebrakan dengan memproduksi kalung antivirus yang diklaim mampu membunuh virus corona. Bahkan Kementan juga akan memproduksi massal kalung tersebut mulai bulan depan.

Seuntai kalung yang dinilai mampu membunuh virus corona sebenarnya bukan sekali ini saja. Di berbagai platform penjualan online pun kini banyak yang menjual kalung yang diklaim dapat membunuh virus corona, namun belum teruji kebenarannya. 

Untuk lebih lengkapnya, berikut kumparan rangkum mengenai kalung hingga bahan yang diklaim dapat membunuh virus corona: 

Kalung 'Virus Shut Out' 
Pada awal Maret lalu, kalung bernama 'Virus Shut Out' ramai di sosial media. Bahkan para selebriti Tanah Air pun ramai-ramai memakai kalung itu yang bentuknya menyerupai ID Card. 

Produk buatan Jepang ini diklaim bisa menangkal virus corona. Sebelum beredar di Indonesia, kalung Virus Shut Out telah lebih dulu tersedia secara luas di Hong Kong. 

Menurut laporan Hong Kong Free Press, Toamit selaku produsen kalung tersebut mengklaim produknya “terbukti secara eksperimental efektif memblokir partikel dan bakteri yang ada di udara, serta berbagai virus epidemi, mengurangi kemungkinan terinfeksi atau menginfeksi orang lain.”

BACA JUGA: Ganjar Pranowo: Awas, Kalau Ketahuan Manipulasi Data Domisili Untuk PPDB

Lebih jauh, Toamit mengaku produknya cocok untuk orang sakit, orang tua, anak-anak, dan orang-orang dengan kekebalan tubuh yang rendah. Pada 18 Maret, Departemen Bea Cukai Hong Kong mengatakan pihaknya tengah menyelidiki produk tersebut.

Adapun sederetan klaim Toamit akan efektivitas produknya hanya berdasarkan bahan kimia yang dikandungnya, yakni klorin dioksida. Senyawa kimia ini memang dikenal sebagai cairan disinfektan yang mampu mengeliminasi daya tahan hidup virus. 

Namun apa yang digembar-gemborkan produsen kalung Virus Shut Out ini ditolak mentah-mentah oleh ahli virologi dan imunologi Hong Kong, Dr. Ariane Davidson. Kepada Hong Kong Free Press, ia menyebut produk Virus Shut Out sebagai penipuan mutlak. 

“(Kalung itu) Tidak akan melakukan apapun untuk melindungi Anda dengan menonaktifkan virus pernapasan,” ujarnya. 

“Alat ini dikenakan di leher Anda--jauh dari hidung dan mulut Anda yang mana merupakan portal utama untuk infeksi COVID-19. Kalau pun Anda mendekatkan alat ini ke wajah Anda, bahan aktifnya, klorin dioksida, akan menyebabkan iritasi pernapasan dan mata yang parah serta kulit terbakar, karena sangat korosif,” lanjutnya.

Sementara itu, menurut Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio, manfaat kalung virus shut out kemungkinan adalah overclaim, atau klaim yang berlebihan. Dia pun mempertanyakan logika di bagaimana caranya kerja kalung tersebut bisa melindungi orang dari virus corona.

“Saya kira penggunaan kalung untuk melindungi penularan virus corona itu overclaim. Jadi secara logika, bagaimana membuktikan seseorang memakai kalung itu bisa terlindungi dari virus corona. Mekanisme nya itu bagaimana,” kata Amin, kepada kumparan, Selasa (19/5). 

“Proses pengujian itu yang pasti harus melewati uji manfaat dulu. Untuk membuktikan bahwa senyawa atau zat yang diujikan memang punya manfaat,” sambung Amin.

Minyak Kayu Putih Diklaim Tangkal Corona 
Upaya ilmuwan untuk menemukan obat dan antivirus SARS-CoV-2 adalah sebuah jalan panjang, dan Fadjry Djufri tak tinggal diam. Sejak awal Maret lalu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian ini mencermati berbagai referensi soal potensi tanaman herbal menghadapi virus. Ragam literatur dan penelitian lantas menuntunnya pada kayu putih. 

Djufry tak sendirian mencari senjata melawan corona. Berbagai balai di bawah lembaganya seperti Balai Besar Veteriner, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian, serta Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah dikerahkan untuk menyusun rekomendasi bahan aktif potensial dari komoditas pertanian.

Setelah dua bulan bekerja, penelitian mereka berujung pada satu kesimpulan: tanaman eucalyptus—minyak kayu putih—berpotensi sebagai antivirus yang paling prospektif dari seluruh tanaman herbal.

“Ternyata dari data yang kami peroleh, Eucalyptus sp. yang kami uji bisa membunuh 80-100 persen virus, mulai dari avian influenza hingga virus corona. Setelah hasilnya bagus, kami lanjut ke penggunaan nanoteknologi agar kualitas produknya lebih bagus," jelas Fadjry dalam situs Badan Litbang Pertanian Kementan, Senin (11/5). 

Eukaliptus memiliki kandungan senyawa aktif 1,8-cineole (eukaliptol). Senyawa ini dipercaya memiliki kandungan antivirus, antiinflamasi, dan antimikroba. Djufry mengaku sudah melakukan penambatan molekul (molecular docking) dan uji in vitro (dalam lingkungan buatan) di Laboratorium Balitbangtan. 

Hasil penelitian menyimpulkan minyak atsiri Eucalyptus citriodora bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, serta virus gama dan beta corona. Kepala Balitbangtan Fadjry mengklaim, senyawa yang terkandung di dalam tanaman eukaliptus mampu menyembuhkan penyakit akibat virus SARS-CoV-2. (KUMPARAN)

Posting Komentar untuk "Bunuh Virus Corona dengan Seuntai Kalung, Cuma Mimpikah?"

Berlangganan via Email