Konsep Hak dan Kewajiban Asasi Manusia, Kasus-kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Pancasila



Assalmualaikum ananda, berikut tujuan pembelajaran kita hari ini:
 Memahami konsep Hak dan Kewajiban Asasi Manusia 
 Memahami substansi Hak dan Kewajiban Asasi Manusia dalam Pancasila

Untuk kehadiran silahkan tulis nama lengkap dan komentari video di akhir pada kolom komentar ya:

Pernahkah kalian mengunjungi sekolah luar biasa dan melihat apa yang dilakukan para guru disana terhadap murid-muridnya? Para pengajar berusaha mengajar murid-murid penyandang cacat dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan mereka. Di sisi lain, murid penyandang cacat juga menerima pelayanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Hal ini secara tidak langsung memperlihatkan tentang konsep hak dan kewajiban asasi manusia.

Dimana, para siswa mendapatkan haknya untuk belajar dan mendapatkan pelayanan pendidikan seperti halnya siswa normal. Sementara itu, guru memberikan fasilitas pengajaran sesuai dengan kewajibannya. Nah, bicara mengenai konsep hak dan kewajiban asasi manusia, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ini?

Hak asasi manusia (HAM) adalah hak pokok yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan yang tidak dapat diganggu gugat sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. HAM diatur dalam Undang-undang No, 39 tahun 1999, hak asasi manusia merupakan hak dasar yang secara kodrat melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng.

HAM adalah hak asasi yang sudah ada sejak lahir, berikut ini adalah sifat-sifat atau ciri hak asasi ini :

  • Hakiki artinya hak yang dimiliki oleh semua orang sejak mereka dilahirkan.
  • Universal, hal ini berarti HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang status sosial, agama, suku, ras, dan juga perbedaan lainnya.
  • Permanen atau tidak dapat dicabut, artinya HAM tidak dapat dihilangkan atau diserahkan kepada orang lain.
  • Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak yang sudah diatur dan ditetapkan.


Konsep Kewajiban Asasi Manusia

Kewajiban adalah segala sesuatu yang harus dilakukan atau dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Jadi, kewajiban asasi manusia dapat kita artikan sebagai kewajiban dasar setiap manusia.

(Baca juga: Bela Negara: Makna, Unsur dan Landasan Hukum)

Dalam konteks HAM, Hak dan kewajiban asasi manusia merupakan dua hal yang saling berkaitan satu sama lain yang memiliki hubungan sebab akibat. Seseorang bisa mendapatkan haknya ketika mereka melaksanakan kewajibannya terlebih dahulu. Dengan kata lain, hak dan kewajiban asasi manusia merupakan bentuk pembatasan atas HAM.


Hal ini juga diatur dalam UU RI No.39 tahun 1999 pasal 1 ayat 2, kewajiban asasi manusia adalah seperangkat kewajiban yang apabila tidak dilaksanakan, tidak memungkinkan terlaksana dan tegaknya hak asasi manusia. Artinya kewajiban asasi manusia adalah kewajiban yang harus dijalankan setiap manusia yang bertujuan untuk menegakan HAM.

Sumber: www.kelaspintar.id

Sebagai negara hukum, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjamin pemenuhan hak-hak dasar warga negara yang disebut Hak Asasi Manusia (HAM). Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, HAM di Indonesia dapat dilihat dari perspektif Pancasila. 

Hak dan kewajiban asasi manusia 

Hakikat penghormatan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia adalah menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui aksi keseimbangan. Keseimbangan antara hak dan kewajiban serta keseimbangan antara kepentingan perseorangan dengan kepentingan umum. 

Upaya menghormati, melindungi dan menjunjung tinggi nilai kesucian dan ketulusan yang melekat pada HAM menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama antara individu, pemerintah (aparatur pemerintahan baik sipil maupun militer) dan negara. Jadi, dalam memenuhi dan menuntut hak tidak terlepas dari pemenuhan kewajiban yang harus dilaksanakan. Pemenuhan, perlindungan dan penghormatan terhadap HAM harus diikuti dengan pemenuhan terhadap kewajiban asasi manusia dan tanggung jawab asasi manusia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat dan bernegara. 

Substansi hak dan kewajiban asasi manusia 

Tahukah kamu apa substansi hak dan kewajiban asasi manusia dalam nilai dasar, instrumental dan praksis sila-sila Pancasila? Nilai-nilai Pancasila adalah sesuatu yang diangggap baik, untuk segenap bangsa Indonesia sehingga dijadikan pandangan hidup dan sebagai pola dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tatanan nilai Pancasila mempunyai tiga tingkatan nilai yang masing-masing nilai tersebut menjunjung jaminan atas HAM. Ketiga tingkatan tatanan nilai Pancasila yaitu: Nilai dasar (ideal atau fundamental) Nilai instrumental Nilai praksis 

Berikut ini penjelasan HAM dalam perspektif Pancasila: 

HAM dalam nilai dasar Pancasila 

Nilai ideal adalah asas-asas yang diterima bersifat mutlak (sesuatu yang benar dan tidak perlu dipertanyakan lagi). Nilai-nilai Pancasila yang tidak berubah terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 meliputi setiap sila Pancasila yaitu ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan.

HAM dalam nilai instrumental Pancasila 

Nilai instrumental adalah pelaksanaan dari nilai dasar, biasanya dalam wujud norma hukum yang dikristalisasikan dalam lembaga-lembaga. Sifatnya dinamis dan kontekstual, sesuai kebutuhan tempat dan waktu. Nilai instrumental adalah pelaksanaan umum dari nilai dasar dan merupakan tindak lanjut dari nilai dasar. Nilai instrumental dijabarkan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk UUD 1945 dan peraturan perundangan yaitu UU, Perpu, PP, Perpres dan Perda. 

HAM dalam nilai praksis Pancasila 

Nilai praksis adalah nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sifat dari nilai praktis yaitu: Nilai praktis abstrak, artinya nilai praktis bersifat konseptual (teoritis). Contoh menghomati, kerja sama, kerukunan. Nilai praksis konkrit, artinya nilai praktis yang secara nyata dan dapat dirasakan. Contoh sikap dan perbuatan sehari-hari.

sumber: kompas

Berikan komentar kaitan antara video di atas dengan materi yang telah kita pelajari ya.

40 komentar untuk "Konsep Hak dan Kewajiban Asasi Manusia, Kasus-kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Pancasila"

  1. Silahkan dibaca terlebih dahulu ya

    BalasHapus
  2. M. Alif Farras
    Hadir tad

    BalasHapus
  3. siap, tolong video ditonton sampai habis dan artikel di baca sampai tuntas

    BalasHapus
  4. anak2 ada pertanyaan, jika ada segera ditanyakan

    BalasHapus
  5. M. Irsyad Al-Bikri
    Hadir Ustadz

    Komentar ana terkait video yang menyangkut tragedi 98, memang saat itu sedang krisis ekonomi, tapi saat itu Soeharto juga disalahkan karena berbagai macam permasalah(Korupsi, Kolusi, Nepothisme). tapi, menurut sejarah yang benar, tragedi 98 adalah tragedi untuk menahan agar islam tidak bangkit. karena saat itu ada segelintir orang yang tidak menyukai jika soeharto dekat dgn ulama, makanya dibuat makar agar soeharto diturunkan dgn berbagai macam alasan. yang jelas, sang provokator adalah kubu jokowi pada saat ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. syukron ananda irsyad komentar yang luar biasa

      Hapus
  6. Qais hadir tad, tadi Ado ana, cuman agak terlambat, jadi dak tahu harus absen di link

    BalasHapus

Posting Komentar

Berlangganan via Email